Sangatta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kutai Timur menyiapkan peremajaan armada dan sarana pendukung operasional sebagai prioritas program pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan layanan dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kejadian darurat di seluruh wilayah Kutim yang terus berkembang.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Pencegahan Damkar Kutim, Sudarto, mengatakan sejumlah unit kendaraan pemadam yang dimiliki saat ini sudah beroperasi lebih dari satu dekade sehingga membutuhkan pembaruan agar tetap memenuhi standar keselamatan.
“Beberapa unit armada kami sudah berusia lebih dari 10 tahun dan membutuhkan peremajaan agar kinerja tim di lapangan tetap optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi geografis Kutim yang luas menuntut kesiapan armada di setiap kecamatan agar respons kejadian darurat dapat lebih cepat.
Peremajaan direncanakan mencakup pengadaan mobil pemadam baru, kendaraan pendukung penyelamatan, dan perlengkapan keselamatan yang lebih modern. Sudarto menyebut peralatan evakuasi serta alat pelindung diri petugas juga menjadi perhatian untuk memastikan keselamatan dalam tugas.
“Kami juga akan melengkapi alat bantu evakuasi dan perlengkapan proteksi diri bagi petugas, karena keselamatan personel juga menjadi prioritas,” tambahnya.
Pemerintah daerah turut mengusulkan pembangunan pos pemadam di kecamatan yang belum memiliki unit siaga sebagai bentuk pemerataan layanan publik. Program tersebut telah masuk dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Selain penguatan sarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari program. Damkar Kutim menargetkan pelatihan teknis pemadaman dan penyelamatan disesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kondisi medan setempat.
Sudarto menyampaikan dukungan kebijakan dan pendanaan dari Pemkab Kutim, DPRD, serta pihak terkait lainnya diperlukan agar target peremajaan dapat terwujud sesuai rencana. Ia menilai modernisasi armada akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat.
“Kami ingin tahun 2026 menjadi momentum modernisasi Damkar Kutim, agar semakin siap melindungi warga dan aset daerah,” pungkasnya.(Adv)



