KETERSEDIAAN pangan di Kabupaten Kutai Timur terus mengalami penurunan sejak 2017 lalu. Pada 2016, ketersediaan pangan mencapai 83 ton. Namun pada 2020 kemarin, angkanya hanya sebesar 43,66 ton.
Kondisi ini disebutkan harus segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi masalah yang serius di tengah masyarakat seperti peningkatan harga pangan, inflasi, kurang gizi atau kelaparan serta konflik sosial dan krisis politik. Pemkab Kutim harus bertindak lebih awal, ia menambahkan.
“Dari data yang ditunjukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016-2020 mengalami penurunan pada sektor padi sawah, padi ladang dan jangkung,” ucap Yusuf Silambi.
Politikus PDI-Perjuangan itu menjabarkan perkembangan sektor padi sawah, padi ladang dan jangkung tahun 2016-2020, mulai dari luas lahan hingga hasil produksi per tahun.
“Pemerintah dalam hal ini harus berkomitmen untuk meningkatkan sektor pertanian agar dapat terlepas dari ketergantungan Migas dan Batu Bara.”
“Tentu saja dapat dilakukan dengan upaya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, pembuatan balai benih, serta pengembangan teknologi dan metode pertanian secara mekanisasi,” paparnya. (Adv)



