Hadiri Rakorda Baznas Kaltim, Kutim Targetkan Zakat 2025 Capai Rp20 Miliar

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Kaltim di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, pada Minggu malam, 20 Oktober 2024. Acara ini bekerja sama dengan Pemprov Kaltim dan Kemenag Kaltim, mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Rakorda ini dihadiri oleh 66 peserta dan akan berakhir pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Pjs Gubernur Kaltim Akmal Malik membuka acara ini, didampingi oleh Kepala BAZNAS RI Noor Achmad dan Kepala BAZNAS Kaltim Ahmad Nabahan. Ahmad Nabahan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tujuan utama rakorda adalah untuk merumuskan program kerja dalam pengumpulan, pengawasan, dan pelaporan zakat, serta memperkuat kelembagaan pengelolaan zakat di tingkat pusat dan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pengelolaan zakat dengan memanfaatkan strategi digital,” kata Ahmad Nabahan. Pelaksanaan rakorda ini didukung oleh anggaran dari Pemprov, BAZNAS RI, serta kabupaten/kota se-Kaltim.

Kepala BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. “Tahun ini, kami menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 41 triliun, meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya. Ia meminta dukungan dari pemimpin daerah untuk membantu BAZNAS dalam mencapai target tersebut, dengan menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Kepala BAZNAS Kutim, Masnif Sofwan, juga menyambut baik pelaksanaan rakorda ini. Menurutnya, Kutim telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan perolehan zakat. “Alhamdulillah, kami berhasil memperoleh zakat dari ASN mencapai Rp 16 miliar tahun ini, dan kami juga berupaya mengurangi angka stunting di daerah kami,” ujar Masnif.

Ia menambahkan, target zakat untuk tahun 2025 adalah Rp 20 miliar, yang diharapkan dapat tercapai berkat kepercayaan masyarakat. “Dua tahun lalu, kami mulai membangun kepercayaan, dan kini kami senang bisa dipercayakan dalam pengumpulan zakat,” tutup Masnif.

Dengan rakorda ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berkembang, sehingga upaya penanggulangan kemiskinan di Kaltim dapat tercapai secara optimal. (ADV)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]