SANGATTA – Kepala BPJS Kesehatan Kutim Herman Prayudi mengungkapkan capaian signifikan dalam upaya mencapai UHC di Kutim. Data menunjukkan bahwa jumlah peserta UHC di Kutim telah mencapai 463.775 jiwa dari total populasi semester kedua tahun 2023 sebanyak 429.640 jiwa atau sebesar 107,95 persen.
Menurut Prayudi, angka tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Tingginya jumlah peserta ini terutama disebabkan oleh pendaftaran massal di fasilitas kesehatan (faskes) yang ada, serta pendaftaran segmen pekerja upah dari badan usaha.
“Segmen pekerja yang terdaftar melalui perusahaan terbukti paling signifikan, dengan sekitar 1.000 badan usaha yang telah terdaftar dan memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian ini. Dengan 13 ribu pekerja terdaftar, BPJS Kesehatan mencatat peningkatan yang cukup signifikan, meskipun ada potensi perubahan karena pengurangan karyawan atau penutupan perusahaan yang kemungkinan terjadi pada akhir tahun,” sebutnya dalam Forum Komunikasi Implementasi Universal Health Coverage (UHC) tahun 2024 di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim pada Rabu, 18 September 2024.
Prayudi juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat masalah terkait pendaftaran faskes dan dokumentasi sakit, layanan kesehatan tetap berjalan tanpa kendala. Pasien yang mengalami sakit tetap dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan membawa dokumen yang diperlukan seperti kartu keluarga (KK) dan bukti domisili di Kutim.
“Apabila terdapat masalah terkait status pekerjaan, data akan diperbarui dan ditanggung oleh pemerintah secara paralel untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap terjamin,” paparnya.
Berikutnya dalam hal dukungan pemerintah, BPJS Kesehatan mencatat bahwa bantuan pemerintah mencapai 100 ribu jiwa, dengan 81 ribu jiwa di antaranya tercakup dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkespro) yang dikelola provinsi. Prayudi optimis bahwa dengan kuota yang ada saat ini, pencapaian coverage akan terus meningkat, dan diharapkan adanya peningkatan jumlah peserta pada tahun depan dengan target 89 ribu jiwa.
Bupati dan Wakil Bupati Kutim juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya BPJS Kesehatan, dan berkomitmen untuk mencapai target yang diharapkan. Melihat capaian yang memuaskan ini, Prayudi berharap dukungan dan penjaminan dari pemerintah pusat akan terus berlanjut agar seluruh masyarakat Kutim dapat menikmati layanan kesehatan yang optimal dan terjangkau.
“Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, BPJS Kesehatan akan terus mengevaluasi dan mengadaptasi kebijakan untuk mengatasi tantangan yang ada serta memastikan bahwa setiap individu di Kutim mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai. Dengan pencapaian yang telah diraih, BPJS Kesehatan bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan cakupan kesehatan di seluruh wilayah Kutim,” tutupnya. (adv)



