Klikkutim.com – Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang menyatakan kesiapan Pemkab Kutim mengejar target maksimal angka stunting yang dicanangkan pemerintah pusat pada 2024 mendatang.
“Kita masih ada dua tahun untuk bekerja menurunkan angka stunting ini. Minimal kita bisa mendekati angka 14 persen sesuai dengan arahan bapak Presiden,“ ungkap Kasmidi dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke 29 yang dilakukan secara daring, Kamis (7/7/2022).
Selain itu, dirinya bersama tim TPPS juga akan mengumpulkan data-data pendukung yang bisa di jadikan acuan, untuk bisa segera mengambil kebijakan. Dalam upaya untuk menekan penurunan angka stunting di Kabupaten Kutim.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga (DPPK) Kutim, Indra Arie Iranday menjelaskan, Tim TPPS Kutim sudah terbentuk hingga tingkat Desa di 18 Kecamatan yang ada. Pihaknya juga telah membentuk 176 Tim pendamping keluarga yang terdiri dari Tenaga Kader KB, kader TP PKK dan Bidan.
“Bertugas mendampingi serta memberikan edukasi kepada masyarakat berdasarkan data dari kegiatan Pendataan Keluarga 2021 (PK21) tentang proyeksi masyarakat yang kemungkinan mengarah pada stunting.” jelasnya.
Untuk target penurunan angka stunting di Kutim, Indra Arie Iranday menjelaskan, berdasarkan data prevalensi stunting Kaltim 2022-2024 yang dirilis oleh BKKBN Pusat, untuk 2022 sebesar 22,34 persen.
Selanjutnya 2023 sebesar 18,14 persen, sedangkan untuk 2024 sebesar 14,14 persen. Demi mempercepat upaya penururunan angka stunting tersebut, Indra berharap sinergi semua pihak.
“Ini bukan hanya pekerjaan satu dinas saja, diperlukan kolaborasi semua stakeholder untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Kutai Timur,“ ucapnya. (*)



