SAMARINDA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah menekankan pentingnya digitalisasi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, dan administrasi publik di desa. Ia berharap desa-desa yang mengembangkan potensinya melalui TIK dapat mendorong kegiatan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di desa,” ujar Ardiansyah saat bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Pemanfaatan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Aparatur Desa. Acara ini berlangsung di Crystal Ballroom Hotel Mercure pada Rabu (3/7/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 139 desa, 2 kelurahan, dan 2 desa persiapan. Sejumlah narasumber kompeten turut berbagi pengalaman dan pengetahuan, termasuk Ferry Wahyu Wibowo dari Universitas AMIKOM Yogyakarta, Taufik Kamal, Lurah Pleret Bantul Yogyakarta, dan Nirwan Harahap dari TVCC Bandung. Mereka memberikan wawasan tentang pengelolaan TIK dan solusi alternatif bagi desa yang terkendala infrastruktur TIK, seperti memanfaatkan teknologi satelit.
Para narasumber juga menekankan pentingnya peran Diskominfo Staper Kutim sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan TIK kepada masyarakat desa. Dengan demikian, diharapkan tercipta desa digital yang presisi dan inovatif. “Manfaatkan narasumber yang kompeten ini untuk mendapatkan pengetahuan yang maksimal. Kami berharap aparatur desa aktif dalam memahami materi yang disampaikan untuk menciptakan inovasi di desanya masing-masing,” tutup Bupati Ardiansyah.
Selain itu, Bupati Ardiansyah juga menyoroti data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada awal 2024 telah mencapai 79,5 persen dari total populasi yang melebihi 290 juta jiwa. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi pemerintah untuk mengoptimalkan layanan digital.
“Dengan tingginya penetrasi internet, Pemkab Kutim berkomitmen mendukung terwujudnya Indonesia Digital. Percepatan digitalisasi ini didukung oleh Perpres 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelayanan Digital Nasional. Program Kutim Merdeka Sinyal diluncurkan untuk memastikan layanan internet menjangkau hingga ke desa-desa,” ungkapnya.
Bimtek ini diharapkan dapat mendorong percepatan digitalisasi desa, sehingga tercipta pemerintahan yang lebih efektif dan efisien serta mampu memberikan pelayanan publik yang terbaik melalui pemanfaatan TIK. Dengan adanya pelatihan ini, aparatur desa diharapkan dapat lebih memahami dan mengaplikasikan teknologi informasi dalam tugas sehari-hari, sehingga pelayanan publik di desa dapat lebih optimal.
Pemkab Kutim juga fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam TIK, karena tanpa SDM yang kompeten, teknologi secanggih apapun tidak akan maksimal.
“Kami berharap dengan adanya Bimtek ini, para aparatur desa dapat meningkatkan kualitas pengelolaan TIK. Pemerintah Kutim juga fokus pada peningkatan SDM dalam TIK, karena tanpa SDM yang kompeten, teknologi secanggih apapun tidak akan maksimal,” lanjut Ardiansyah. (ADV)



