PEMBANGUNAN Rumah Sakit Pratama Kecamatan Muara Bengkal terancam tak terakomodir dalam anggaran daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2022 mendatang.
Lantaran rencana pembangunannya tak dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar di Desa Benua Baru, Muara Bengkal, Selasa (16/03/2021).
Hal ini disesalkan anggota DPRD Kutim Hason Ali. Bagaimana tidak, sejatinya pembangunan fasilitas kesehatan kategori pratama itu masuk dalam program prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kutim tahun 2021.
“Ini ada yang lupa disampaikan oleh teman-teman kita tadi, yakni tentang pembangunan rumah sakit pratama di Kecamatan Muara Bengkal ini,” ujar Hason Ali.
Akses jalan dari Muara bengkal ke daerah kota adalah menjadi salah satu alasan pembangunan Rumah Sakit Pratama Kecamatan Muara Bengkal.
Sejatinya, rumah tersebut mulai dibangun tahun lalu, dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Ismunandar saat masih menjabat sebagai Bupati Kutim pada Maret 2020 silam.
“Ya kami berharap itu di tahun 2021 ini agar pembangunan rumah sakit itu dapat tuntas sehingga tidak ada lagi masyarakat kami dari Dapil kami yang sakit harus dirujuk ke Samarinda, Tenggarong, ke Sangatta. Ini kan jangkauannya terlalu luas, jadi itulah yang prioritas menjadi harapan-harapan kami kepada pemerintah,” ujarnya. (Adv)



