DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mendorong optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kutim. BLK Kutim merupakan fasilitas publik yang dimaksudkan untuk pelatihan dan pembekalan masyarakat sebelum memasuki dunia kerja.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kutim Basti Sanggalangi usai menghadiri acara penutupan Training Organising Mining Sector KEP-CEMWU di Hotel Royal Victoria Sangatta, pada medio awal Februari 2021 lalu.
“Kita ingin generasi-generasi kita belajar di BLK nantinya sehingga memiliki keterampilan di dunia kerja,” terangnya.
Basti menjelaskan, Kutim merupakan salah satu daerah yang beruntung karena memiliki banyak lapangan pekerjaan. Selain pertambangan batu bara, mineral dan perkebunan, juga akan ada produksi semen dan industri metanol.
“Tapi selama ini tenaga kerja kita belum terserap secara maksimal, karena faktor keterampilan. Kalau model BLK terus seperti itu maka Kutim tetap akan kehilangan banyak peluang dunia kerja. Ini harus kita pikirkan agar anak-anak kita mampu berkompetisi, jangan sampai kalah dengan tenaga kerja dari luar Kutim atau tenaga kerja asing,” imbuhnya.
Basti berharap, tahun ini dinas tenaga kerja bisa membuat perencanaan yang baik, sehingga tahun 2021 ini sudah mulai mengimplementasikan pelatihan untuk mendukung tenaga kerja lokal.
“Untuk anggarannya kita telah perjuangkan di DPRD,” ujar Basti. (Adv)



