Serap Keluhan Pengrajin Batik, Ardiansyah Dorong Pemberdayaan Produk

Penyerahan kain batik khas Kutim kepada Bupati Ardiasnyah, Selasa (29/4).

BUPATI Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menerima kunjungan Komunitas Pebatik Kutim di Ruang Kerja Bupati Kutim, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim, Kamis (29/4/2021) . Dalam acara itu hadir pula Kepala Bidang pengembangan Pemuda Dispora Kutim Basuki Isnawan, Camat Sangatta Utara Basuni, Manager Community Empowerment KPC Yuliana Datu Bua dan sejumlah pengrajin batik di Kutim.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi para pebatik Kutim yang masih konsisten mengekspresikan karya-karya hingga saat ini. Ia pun mengingatkan ke depan kebutuhan pasar kain batik pasti meningkat, sehingga perlu mengimbangi produksi dengan permintaan.

“Jadi, ini merupakan karya-karya yang harus dilestarikan. Semoga bisa segera dipatenkan produk-produk khas Kutim ini,” ujarnya.

Ardiansyah menyarankan segera bersurat ke pemerintah untuk segera memantenkan hak cipta, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Ia pun berharap pebatik bisa berdiri sendiri yakni bisa mandiri, jadi tidak tergantung pada stakeholder secara terus menerus.

Masniar, selaku perwakilan komunitas pebatik Kutim memaparkan segala kendala yang dirasakan oleh pebatik se Kutim serta harapan mereka. Antara lain, minimnya orderan dari pihak pemerintah dan perusahaan untuk pemesanan batik, diharapkan promosi pun harus terus digalakan oleh pemerintah. Selanjutnya mahalnya biaya pembuatan hak cipta pada motif batik.

“Mengoptimalkan peran pemerintah untuk mendukung batik lokal sebagai motif untuk dipakai OPD, sekolah, perusahaan dan lembaga masyarakat,” harapnya.

Opsi memasukkan batik, lanjut ia mengatakan, sebagai muatan lokal untuk dijadikan kurikulum di dunia pendidikan. Terakhir, para komunitas berharap ke depan tidak adanya duplikasi motif batik tanpa seizin komunitas. (Adv)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]