Sangatta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kutai Timur terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dalam penanganan kebakaran, khususnya terkait ketersediaan air di lokasi yang jauh dari sumber air. Kondisi geografis yang beragam membuat sebagian wilayah sulit dijangkau armada pemadam, sehingga suplai air menjadi tantangan utama.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Pencegahan Damkar Kutim, Sudarto, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan sistem suplai air mandiri untuk mempercepat respons petugas. “Sering kali lokasi kebakaran sulit dijangkau atau tidak memiliki sumber air yang memadai. Ini menjadi tantangan utama kami di lapangan,” ujarnya.
Damkar Kutim tengah menyiapkan strategi pengadaan tangki cadangan, pompa portabel, serta pembangunan titik penampungan air di kawasan strategis. Semua langkah itu ditujukan agar setiap kecamatan dapat memiliki cadangan air yang siap digunakan kapan pun terjadi keadaan darurat.
Selain memperkuat sarana pendukung, Damkar Kutim juga menekankan peningkatan kemampuan teknis personel. Petugas dibekali pelatihan manajemen air, penggunaan alat bantu modern hingga simulasi pemadaman di wilayah rawan kebakaran.
Menurut Sudarto, upaya ini dilakukan sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan efisien. Damkar Kutim juga memperluas sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat agar risiko insiden dapat ditekan sejak awal.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan dukungan infrastruktur memadai, termasuk bersama BPBD, Dinas PUPR, dan pemerintah desa. Sudarto meyakini bahwa sistem suplai air yang terencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Dengan langkah tersebut, Damkar Kutim berharap proses pemadaman di lapangan dapat lebih cepat dan efektif, sekaligus memperkuat perlindungan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur.(Adv)



