klikkutim.com – Dalam kunjungannya ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat (13/9/2022), Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berniat mendorong kerjasama kelembagaan terkait kepamongprajaan.
Ia menuturkan, kunjungan tersebut merupakan kali kedua dirinya ke IPDN. Saat itu dirinya menjabat sebagai Ketua Komisi DPRD Kutai Timur untuk pelepasan mahasiswa IPDN asal Kaltim.
“Tentu selain menjalin silaturahmi, kami ingin menjalin kerjasama dalam rangka peningkatan kapasitas kepamong prajaan di Kutim,” ungkap Ardiansyah.
“Ilmu kepamong prajaan diperlukan. Itulah yang menjadi tujuan kedatangan saya bersama tim. Mudah-mudahan mendapat respon yang baik dari IPDN,” tambahnya.
Rektor IPDN Hadi Prabowo juga menyambut baik maksud dan tujuan kedatang Bupati Kutim bersama tim dalam rangka menjajaki kerjasama tersebut.
“Kita buat nota kesepahaman atau MoU sebagai dasar untuk menganggarkan di APBD yang memang perlu suatu payung hukum dan ini sudah dilakukan di pemprov dan pemkab khususnya. Ya, harapan kita seiring dengan surat edaran (SE) Kemendagri, hari ini baru dicap dan ditandatangani,” ulasnya.
Nah, terkait soal kerja sama ke depan, IPDN bisa terbang dan diundang khusus secara resmi ke Kutim.
“Jika jauh, kita bisa datang ke Kutim tidak ada masalah. Artinya perlu ada langkah percepatan. Contohnya kemarin dari Pemkab Sumedang kesusahan dalam menjalankan program Smart Village. Nah, akhirnya kami dipanggil untuk bisa melakukan bimbingan teknis (bimtek) yang kita lakukan kepada seluruh ke kepala desa. Praja memang kita latih karakternya dan keterampilannya,” ujarnya.
Selanjutnya, tidak harus bimtek untuk program lainnya IPDN terbuka dalam segala hal. Program lainnya juga bisa dilakukan, intinya memang dalam menjalankan sistem pemerintahan, IPDN siap melatihnya.
“Saya minta Karo Kerja Sama IPDN bisa mengawal program ini bersama Pemkab Kutim dan kapan ada waktunya bisa dijadwalkan program diklat tiga bulan untuk pelatihan kepamongan. Jika sembilan bulan terlalu lama, ini skemanya on of jadi nanti untuk penulisan karya ilmiahnya bisa melakukan inovasi di tempat kerjanya dan dia akan berusaha,” jelasnya. (*)



