SANGATTA – Sebuah insiden kebakaran hebat telah menghanguskan kawasan permukiman berpenduduk padat di wilayah Gang Family III Blok PU Buntu, RT 24, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Senin (23/3/2026) petang.
Kondisi akses jalan berupa gang yang sangat sempit serta letak permukiman yang saling berdempetan menyebabkan kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar. Akibatnya, para korban tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan harta benda maupun barang-barang milik mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, api diduga pertama kali bersumber dari salah satu bangunan rumah barakan sebelum akhirnya merembet dengan sangat cepat ke bangunan-bangunan lain yang berada di sekitarnya. Akses jalan yang sempit tersebut membuat upaya pengendalian api menjadi cukup sulit bagi petugas. Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran petang itu, namun kerugian material yang dialami para warga diperkirakan dalam jumlah yang cukup besar.
Amukan si jago merah ini mengakibatkan sedikitnya 10 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung. Sebanyak 31 jiwa dilaporkan kehilangan tempat tinggal mereka akibat musibah tersebut. Adapun rincian bangunan yang terdata hangus dilahap api mencakup enam unit rumah tunggal serta dua bangunan berupa barakan yang memiliki enam pintu. Selain kehilangan tempat bernaung, sejumlah korban juga diduga kuat telah kehilangan berbagai dokumen penting serta perlengkapan sekolah. Hal ini menjadi perhatian khusus untuk ditindaklanjuti secara bersama-sama dengan instansi terkait.
Menyikapi tragedi tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur, Ernata, menyampaikan bahwa timnya telah langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan proses pendataan terhadap para korban sesaat setelah peristiwa terjadi.
“Dari hasil asesmen, terdapat 31 jiwa terdampak. Di antaranya ada anak-anak yang masih bersekolah,” ungkap Ernata ketika memberikan keterangan resminya pada hari Selasa (24/3/2026).
Lebih lanjut, Ernata menjelaskan bahwa bantuan tahap awal telah disalurkan kepada para warga korban kebakaran. Bantuan yang diberikan tersebut masih bersifat darurat guna memenuhi berbagai kebutuhan mendesak pascakebakaran. Logistik yang didistribusikan meliputi bahan pangan dasar seperti beras, mi instan, gula, teh, dan kopi. Selain itu, pihak Dinsos juga menyalurkan perlengkapan sandang yang terdiri dari pakaian, selimut, hingga pendirian tenda darurat bagi para korban.
Terkait pemenuhan kebutuhan hunian atau tempat tinggal baru bagi para korban, pihak Dinas Sosial menyatakan bahwa penanganan masalah tersebut berada di luar batas kewenangan instansi mereka. Oleh karena itu, langkah lebih lanjut akan memerlukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan setempat. (*)
Penulis: Dirhan



