PIDATO perdana Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman terdengar dalam Rapat Paripurna ke-IV DPRD Kutim di Sekretariat DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (26/2/2021).
Visi misinya bersama Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menjadi pembuka pidato usai keduanya dilantik di hari yang sama oleh Gubernur Kaltim Isran Noor di Samarinda.
Visi yang diusung pemerintah kali ini yakni “Menata Kutim Sejahtera untuk Semua”. Di atas podium, ia menjabarkan Kutim Sejahtera adalah kondisi masyarakat Kutim dalam keadaan baik, makmur, sehat, damai dan mengakses semua infarastruktur pelayanan dasar.
“Menata untuk semua, adalah kondisi masyarakat Kutai Timur dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga tercipta perubahan positif dan lebih produktif dalam mengelola sumber daya guna meningkatkan taraf hidup di semua lapisan masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Sejumlah program prioritas disampaikan meliputi penyelesaian enclave di kawasan TNK, utang pemerintah, pengentasan kemiskinan, penataan ruang dan lingkungan, transformasi ekonomi dan pemerataan pembangunan serta peningkatan SDM dan kesempatan kerja.
“Perumusan dan penetapan arah kebijakan pembamgunan daerah diperlukan untuk memantapkan landasan pembangunan secara menyeluruh, terutama pemenuan kebutuhan dasar, peningkatan daya saing daerah, serta peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Tak hanya pembangunan fisik, namun juga pembangunan manusia seluruh dan seutuhnya,” ungkapnya.
“Tugas dan tanggungjawab berat ini hanya bisa dilaksanakan dengan baik oleh kami, selaku Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur terpilih, dalam iklim masyarakat yang peduli membantu dan mau berperan jalannya pemerintahan. Yakni mayarakat bersama wakil mereka di DPRD yang terus melakukan pengawasan terhadap roda pemerintahan,” tambah Ardiansyah.
Ketua DPRD Kutim Joni menyambut baik pandangan dan rencana kerja prioritas yang disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah. Menurutnya, perencanaan yang matang serta iklim politik yang baik dapat mempercepat pembangunan Kutim.
“Kami melihat apa yang ditawarkan pada masa kampanye hingga dapat menjadi perencanaan program kepala daerah terpilih menunjukkan komitmen yang kuat pada pembangunan daerah. Kini masyarakat juga akan menunggu realisasi program tersebut,” kata Joni usai rapat paripurna.
Senada, ia mendorong partisipasi publik dan menyatakan kesiapan lembaga legislatif dalam pengawasan kinerja pemerintah. “Sebaiknya semua pihak dan elemen masyarakat aktif dalam pengasawan pembangunan agar sesuai dengan jalur yang ditetapkan,” kata Joni. (Adv)
Penulis: Ardan Ahmad
Editor: Basir Daud



