Pelajar SMA Islam Terpadu Darussalam Diminta Siap Hadapi Tantangan Usai Kelulusan

SANGATTA – Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengikuti apel pagi di SMA Islam Terpadu Darussalam, Sangatta Utara, Senin (9/9/2024). Dalam agenda itu, ia menyampaikan bahwa para siswa harus bersiap menyambut tatanan sosial masyarakat pasca kelulusan.

“Anak-anak akan menghadapi berbagai situasi kehidupan yang mengajarkan mereka keterampilan praktis dan nilai-nilai sosial yang tidak diajarkan secara mendalam di sekolah formal,” tuturnya.

Ardiansyah menjelaskan, di lingkungan formal, siswa diajarkan dasar-dasar pengetahuan normatif. Namun, penerapan ilmu pengetahuan tersebut sering kali baru dirasakan ketika mereka terlibat langsung dalam interaksi sosial dengan berbagai kelompok masyarakat.

“Dalam pergaulan, anak-anak membangun keterampilan komunikasi, empati, dan kerjasama tim. Mereka juga memperkuat kemampuan memecahkan masalah serta ketahanan mental,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman hidup mencakup berbagai aspek yang jarang dibahas dalam ruang kelas. Seperti kemampuan beradaptasi, negosiasi, serta tanggung jawab sosial dalam lingkungan yang lebih luas. Pendidikan formal memang krusial, namun keterlibatan aktif dalam masyarakat adalah modal penting dalam membentuk individu yang siap menghadapi tantangan hidup.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan sosial dan komunitas. Menurutnya, keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman pribadi tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mendorong para siswa untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan sosial.

“Pengalaman di luar kelas, seperti berorganisasi, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, akan membentuk karakter dan keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa tantangan di masa depan akan semakin kompleks dan memerlukan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh komponen pendidikan, termasuk orang tua dan guru, untuk mendukung pengembangan holistik para siswa.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga siap menghadapi kehidupan dengan segala dinamikanya,” tegas Ardiansyah. (ADV)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]