Pemkab Kutim Pelajari Inovasi Peternakan Modern di Cipta Visi Farm Magelang

MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Cipta Visi Farm yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, dengan tujuan untuk mempelajari praktik pertanian dan peternakan modern yang dapat diterapkan di daerah mereka.

Rombongan Pemkab Kutim dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi, yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Teguh Budi Santoso, serta Kepala Bidang Kelembagaan UMKM, Firman Wahyudi. Setibanya di lokasi, mereka disambut oleh Rayndra Syahdan Mahmudin, CEO Cipta Visi Farm, yang dikenal dengan sistem panggung dalam pengelolaan peternakan yang mencakup sekitar 1.300 ekor domba.

Rizali Hadi mengungkapkan rasa apresiasi atas inovasi yang diterapkan di Cipta Visi Farm, yang menurutnya sangat relevan untuk diadaptasi di Kutai Timur. Dengan sistem ini, efisiensi dalam pengelolaan peternakan dapat tercapai, dan kualitas ternak yang dihasilkan pun dapat lebih terjamin.

“Kami melihat inovasi peternakan modern ini sebagai langkah yang relevan untuk diaplikasikan di daerah kami. Dengan sistem ini, peternak dapat lebih efisien dan menghasilkan ternak berkualitas tinggi,” ujar Rizali ketika diwawancarai.

Rizali juga berharap kunjungan ini dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha di Kutim untuk berkolaborasi. Sehingga perkembangan peternakan modern di wilayahnya bisa tercapai dengan maksimal.

Dia menambahkan bahwa sektor peternakan yang dikelola secara modern seperti ini bisa menjadi pilihan usaha yang menjanjikan bagi kaum muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso menyoroti nilai efisiensi dan standar kualitas kesehatan ternak yang diterapkan di Cipta Visi Farm.

“Peternakan modern ini memungkinkan pengelolaan ternak yang lebih optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Konsep ini sangat potensial jika diterapkan di Kutai Timur, khususnya bagi para peternak milenial yang tertarik untuk memulai usaha dengan pendekatan teknologi,” kata Teguh.

Firman Wahyudi, Kepala Bidang Kelembagaan UMKM, juga menambahkan bahwa implementasi konsep peternakan modern di Kutim bisa meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk lokal, yang akan lebih bersaing di pasar.

“Kami berharap kunjungan ini membuka peluang kerja sama, pelatihan, atau pendampingan yang memungkinkan peternak di Kutim memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola usaha peternakan modern,” tutup Firman. (Adv)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]