PEMERINTAH terus berupaya melakukan pembangunan di bidang telekomunikasi di wilayah Kaltim, terutama di daerah-daerah yang masih belum terjangkau akses telekomunikasi atau daerah blankspot.
Gubernur Kaltim, H Isran Noor bertekad menuntaskan permasalahan konektivitas tersebut, dengan menugaskan Asisten II Bidang Perekonomian dan Administarsi Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi untuk memprogramkan dan mengajukan usulan untuk pembangunan menara telekomunikasi/BTS (Base Transceiver Station) Kemenkominfo RI.
“Masih ada beberapa daerah yang blankspot seperti di daerah Kabupaten Kutai Barat, Mahulu kemudian Kutai Timur, Paser serta desa-desa lainnya di Kaltim. Oleh karena itu tolong buatkan surat usulan untuk pembangunan BTS ke Kemenkominfo RI, nanti surat ususlan tersebut saya bawa sendiri ke Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny Gerard Plate,” kata Isran Noor.
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik)
Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan masih ada 37 desa masuk dalam kawasan Blank Spot atau belum terjangkau jaringan telekomunikasi dan telepon.
“Sampai saat ini untuk jumlah desa sebanyak 37 dari 14 kecamatan se-Kutim, terbanyak ada di desa Sangkulirang ada 8 desa,” ujar Kepala Diskominfo Perstik Kutim Suprihanto.
Dalam hasil survei Diskominfo Perstik Kutim, kecamatam yang masuk dalam wilayah Blank Spot Sandaran, Karangan, Sangkulirang, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon, Kaubun, Kaliorang, Batu Ampar, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Busang, dan Telen.
Puluhan desa itu ialah, Sandaran, Manubar, Tadoan, Marukangan, Tanjung Mangkalihat, Batu Lepoq, Ba’ay, Kerayaan, Saka, Mandu Pantai Sejahtera, Kolek, Perupuk, Tepian Terap, Mandu Dalam, Sempayau, Teluk Singkama, Martadinata, Tebangan Lembak, Muara Bengalon, Tepian Langsat, Bukit Permata, Pengadan Baru.
Kemudian, Bukit Harapan, Bukit Makmur, Selangkau, Mugi Rahayu, Himba Lestari, Mulupan, Long Tesak, Muara Dun, Long Bentuq, Rantau Sentosa, Lung Melah, Kernyanyan, Melan, Sika Makmur, dan Segoy Makmur.
“Untuk desa diluar itu semua sudah aman terpasang tower jaringan,” imbuhnya.
Sementara, untuk penambahan tower jaringan Suprihanto menegaskan belum ada rencana pemasangan dikarenakan ABPD murni belum teranggarkan sehingga belum ada penambahan jaringan. (Adv)



