Warga dan Pegawai Pemkab Kutim Melebur dalam Lomba Tradisional Sambut HUT ke-77 RI

Klikkutim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggelar Lomba Tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Republik Indonesia (RI), Sabtu (13/8/2022).

Dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Kutim Bukit Pelangi, acara ini diperuntukkan bagi masyarakat umum maupun pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) undangan lainnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan,  peringatan HUT ke 77 RI tahun dilaksanakan dengan suasana transisi dari pandemi Covid-19.

“Lomba-lomba ini dalam rangka kita untuk memunculkan kembali  Semangat -semangat nasional serta memunculkan kembali olahraga-olahraga tradisional, sebagai bukti kita mencintai para pencetus tradisional ini,” ujarnya.

Ia berharap, melalui perlombaan tradisional itu bisa diikuti semua peserta dengan penuh semangat, sukacita dankegembiraan.

“Kita tidak memikirkan siapa kalah, siapa menang yang penting semuanya menjadi juara untuk lomba tradisional ini. Mudah-mudahan seluruh peserta bisa bertanding dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutim Basrie mengatakan, ada 18 cabang olahraga (Cabor) yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 13-14 Agustus 2022.

Diantaranya yaitu sumpit  8 peserta, Asin Naga 2 tingkat group, memecahkan balon dengan mata tertutup 3 peserta, memindahkan air menggunakan spon 6 peserta, minum teh menggunakan dot 6 peserta, memasukkan paku kedalam botol ada 5 peserta, sarung berantai ada 5, lari sendok dengan kelereng 85 peserta, joget balon 35 peserta, estafet tepung 10 peserta.

“Selanjutnya memasukkan benang kedalam jarum ada 15 peserta. Untuk panjat pinang, tarik tambang, bakiak, balap karung, jalan sehat, tenis meja itu dilaksanakan pada 21 Agustus 2022, pelaksananya Lanal Sangatta. Kemudian untuk gerak jalan 28 Agustus pelaksananya Dinas Pendidikan,” ungkap Basrie.

Lebih lanjut Basrie menambahkan, dari pantauan dilapangan, animo masyarakat lomba tradisional itu.

“Padahal lomba ini bersifat umum, siapa saja boleh ikut. Namun masyarakat di RT juga melaksanakan lomba-lomban seperti ini, jadi anonimo terbagi,” pungkas Basrie. (*)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]