Klikkutim.com – Direktur Ekonomi Digital Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo RI, I Nyoman Adhiarna, mengatakan kebutuhan pangan nasional akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia.
“Di sisi lain, hadirnya pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020, tidak dapat dipungkiri juga menambah tantangan lain, karena telah memukul banyak sektor dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan,” jelas I Nyoman dalam sambutannya pada Panen Raya sekaligus peluncuran Petani Digital 4.0 Poktan Abadi Jaya, Desa Miau Baru, Kongbeng, Kamis (25/8/2022).
Maka dari itu upaya transformasi digital terus didorong dan dipercepat, agar dapat segera mencari solusi untuk keluar dari krisis. Salah satunya, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital di sektor pertanian.
“Berdasarkan data BPS tahun 2021 sektor pertanian telah berkontribusi dalam menyumbangkan sekitar 13,2 persen dari total pendapatan produk domestik bruto. Selain itu sektor pertanian juga turut menyerap jumlah tenaga kerja paling tinggi di Indonesia yaitu tercatat 135 juta penduduk usia kerja 30 persen di antaranya bekerja di sektor pertanian,” ungkapnya.
Lebih jauh ia berharap, melalui program itu mampu memberikan peran lebih besar kepada pemerintah, khususnya Kementerian komunikasi dan Informatika sebagai fasilitator dalam penerapan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Terutama Kementerian Pertanian serta startup digital-digital pertanyaan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia.
“Dan diharapkan rata-rata sekarang dapat menggali ilmu dan pemahaman terkait pemanfaatan teknologi digital pertanian di Indonesia di masa kini dan esok,” tutupnya.
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menjabarkan, terdapat empat alat digital yang dipasang pada area persawahan. Alat bantu ini, kata dia, dapat dimonitor oleh petani bahkan dari rumah.
“Pemanfaatan teknologi digital dalam rantai nilai budidaya melalui pemanfaatan alat sensor tanah dan cuaca yang dapat memberikan informasi di lingkungan pertanian secara real time. Seperti suhu udara, curah hujan, arah angin, kelembapan tanah, suhu tanah, PH tanah, hingga electrical conductivity. Hal yang dibutuhkan petani pada era Digital 4.0,” jelasnya. (*)



