Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, M.Nasiruddin : Edukasi Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

M.Nasiruddin saat melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Loktuan, Bontang (31/11/2022)

KLIKKUTIM.co – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), M.Nasiruddin.SH melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan di Rt 28, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Rabu 31/11/2022.

Dalam sambutanya, Nasir sapaan akrab M.Nasiruddin mengatakan, sosialisasi wawasan kebangsaan merupakan salah satu tanggung jawab DPRD Kaltim dalam membangun dan menciptakan landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Ini merupakan salah satu agenda kedewanan untuk mensosialisasikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, tentunya dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Nasir.

Politis Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan nilai-nilai toleransi di dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut dengan dijadikanya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) perlu adanya toleransi tinggi dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara.

“Artinya apa, kita harus siap dalam menghadapi perbedaan baik itu perbedaan suku,ras maupun agama. Untuk itu nilai toleransi antara sesama warga negara perlu lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Kegiatan yang juga dirangkai dengan pemberian bantuan dana untuk dua majelis taqlim dihadiri dua orang narasumber masing-masing Dr.Lilik Rukitasari.SH.MH dan Dr.Rosmiati.SH.MH.

Dalam paparanya Dr.Rosmiati.MM yang merupakan dosen di Universitas Mulawarman (Unmul) mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kehidupan bermasyarakat dan terkhusus di lingkungan keluarga sendiri.

“Kita sebagai perempuan mempunyai peran penting dalam menanamkan cinta tanah air kepada anak-anak kita, bagaiman nantinya anak kita bisa memahami arti toleransi di kehidupanya kedepan,” ucap Rosmiati.

Sementara itu Dr.Lilik Rukitasari.MH mengingatkan kepada peserta sosialisasi, untuk tidak terpecah bela dan saling membenci saat menghadapi Pemilu yang akan datang. Dimana perbedaan kerap menjadi pemicu terjadinya konflik di masyarakat.

“Kita ingat saat 2019 masyarakat terpecah bela dengan adanya pemilihan Presiden, dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat bisa mengerti apa arti dari perbedaan,” terangnya (*)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]