Klikkutim.com – Tingginya komitmen Gubernur Kaltim, H Isran Noor dan dukungan DPRD Kaltim dalam pengembangan perpustakaan, salah satu faktor yang membuat peluang perpustakaan di Kaltim bisa tambah baik sekarang ini dan kedepan.
Tingginya komitmen gubernur dan DPRD Kaltim tersebut, kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, Muhammad Syafranuddin, dapat dilihat dari dukungan anggaran di APBD Kaltim dalam dua tahun terakhir.
“Tahun Anggaran 2022 setelah Perubahan APBD, DPK Kaltim dapat anggaran Rp39,7 miliar dan Tahun Anggaran 2023 (Murni) dapat alokasi anggaran Rp52,8 miliar. Suatu kenaikan yang signifikan uantuk dua bidang tugas besar yakni Perpustakaan dan Kearsipan,” kata Ivan, sapaan akrab Syafranuddin.
Anggaran yang dialokasikan di APBD Kaltim untuk DPK Kaltim, setiap tahunnya, dipergunakan untuk penambahan bahan bacaan untuk Perpustakaan di DPK Kaltim dan sebagian lagi dibagikan atau disumbangkan menambah koleksi buku di Perpustakaan Kabupaten/Kota.
Bahkan DPK Kaltim menargetkan distribusi juga dirasakan perpustakaan di kecamatan di wilayah perbatasan Kaltim dengan Malaysia, tepatnya untuk di Kabupaten Mahakam Ulu, kemudian mengongkosi aneka peningkatan pelayanan, penggunaan teknologi, dan inovasi lainnya bagi pemustaka.
Faktor lain yang membuat Ivan optimis Perpustakaan di Kaltim berpeluang terus berkembang adalah regulasi dan kebijakan di Pemprov kaltim sudah mendukung pengembangan Perpustakaan, ditetapkannya Kaltim sebagai IKN.
“Dua faktor lainnya yang juga mendukung Perpustakaan akan berkembang ke depan adalah mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Perpustakaan dan tingginya spirit staf/pustakawan di DPK Kaltim,” ungkap Ivan. (Adv/DPKKaltim)



