SANGATTA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan kunjungan ke DWP Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) pada Selasa (20/8/2024). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian supervisi DWP Kabupaten ke semua DWP Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Kutim.
Tim Supervisi dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Ekonomi DWP Kabupaten Kutim, Ny. Retno Wahyuni Teguh Budi Santoso, dan disambut dengan penuh kehangatan oleh Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, yang juga selaku pembina DWP Diskominfo Staper Kutim, didampingi sang istri yang juga Ketua DWP Diskominfo Staper Kutim, Ny. Nurrahmi Asmalia Ronny, beserta seluruh pengurus dan anggota, di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim.
Ny. Retno Wahyuni Teguh menyatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta mengevaluasi program kegiatan DWP Diskominfo Staper Kutim.
“Setelah dilakukan evaluasi, DWP Kominfo Kutim sudah bagus. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sudah banyak dan sesuai dengan yang di DWP Kabupaten. Hasil evaluasi dari bidang ekonomi, pendidikan, sekretariat, dan sosial budaya sudah bagus, sudah banyak kegiatannya yang dilaksanakan dan banyak mengikuti kegiatan kabupaten,” kata Retno usai kegiatan tersebut.
Dalam bidang ekonomi, DWP Diskominfo Staper Kutim telah berpartisipasi dalam bazar, dan sekretariatnya juga dinilai sudah baik. Pendidikan juga menunjukkan perkembangan yang lumayan bagus. Ny. Nurrahmi Asmalia Ronny, Ketua DWP Diskominfo Staper Kutim, menambahkan bahwa supervisi kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk lebih mempererat tali silaturahmi bersama seluruh jajaran DWP Diskominfo Staper Kutim.
“Banyak yang harus dibenahi sesuai dengan hasil evaluasi Tim Supervisi DWP Kabupaten, salah satunya adalah pembenahan administrasi di bidang Sekretariat, Pendidikan, Sosial Budaya, dan Ekonomi. Catatan untuk kami yaitu Program Kerja pada bidang Pendidikan, di mana Program Kerja yang disusun belum tepat sasaran,” jelas Ny. Nurrahmi Asmalia Ronny. (ADV)



