SANGATTA – Dalam perayaan Hari Jadi ke-30, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) meluncurkan secara resmi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Selasa (17/9/2024). Launching ini dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Direktur Utama Perumdam TTB, Suparjan.
Langkah bisnis ini diambil sebagai bagian dari diversifikasi usaha, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan keuangan perusahaan selain fokus utama pada penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat Kutim. Bisnis AMDK merupakan salah satu dari beberapa unit bisnis yang akan dikembangkan oleh Perumdam TTB Kutim.
Sebelum AMDK ini diperkenalkan, Perumdam TTB Kutim telah melakukan sejumlah tahapan dimulai dari perencanaan, evaluasi hingga studi banding ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta di Yogyakarta. PDAM Tirtamarta dinilai sukses mengembangkan bisnis serupa sehingga pantas menjadi rujukan.
Dalam studi banding tersebut, kedua belah pihak berdiskusi terkait pengelolaan bisnis AMDK, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Kegiatan studi tiru ini menjadi kunci sukses bagi Perumdam TTB dalam merancang model bisnis AMDK yang sesuai dengan kebutuhan lokal Kutim.
Dengan peresmian unit usaha AMDK ini, diharapkan Perumdam TTB dapat meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian lokal. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Perumdam TTB dalam terus berinovasi dan mencari peluang baru untuk mendukung pembangunan daerah.
Perumdam TTB Kutim diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim.
“Produksi AMDK juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum berkualitas tinggi di Kutim dan sekitarnya, dengan tetap mengutamakan standar kesehatan dan kualitas produk,” sebut Ardiansyah.
Hadir dalam agenda tersebut antara lain Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Rizali Hadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zubair, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Muhammad Muhir, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Noviari Noor, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Basuki Isnawan.(ADV)



