SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, memberikan dukungannya terhadap rencana pembangunan Pelican Crossing yang diusulkan Dinas Perhubungan Kutai Timur.
Menurut Novel, fasilitas Pelican Crossing sangat penting sebagai wujud perlindungan hak pejalan kaki yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, pembangunan ini juga mendukung ketertiban lalu lintas, khususnya di zona aman sekolah.
“Jadi saya pikir kalau hal Pelican Crossing ini diterapkan, hak pejalan kaki itu kan memang dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi memang ini salah satu pendukungnya karena bagaimanapun ini kan bagian dari ketertiban, terutama di zona aman sekolah,” ungkap Novel saat ditemui di Kantor DPRD Kutim, Kamis (16/01/2025).
Ia menyoroti beberapa lokasi yang dinilai berisiko tinggi bagi siswa, seperti di area sekitar SMA 1 dan SMP 1 di Jalan Pendidikan. Kondisi lalu lintas yang padat, ditambah dengan kendaraan parkir sembarangan dan aktivitas pedagang kaki lima, membuat penyeberangan di kawasan tersebut menjadi rawan kecelakaan.
“Misalnya di Jalan Pendidikan dekat SMA 1 dan SMP 1, kondisinya cukup rawan. Anak-anak menyeberang dengan situasi kendaraan parkir sembarangan dan pedagang kaki lima, sehingga hanya tersisa satu jalur. Penyeberangan seperti itu harus diatur lebih baik demi keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Novel mendukung pembangunan Pelican Crossing untuk memberikan rasa aman bagi anak-anak sekolah dan masyarakat.
“Pada prinsipnya, saya setuju. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan anak-anak sekolah dan mendukung ketertiban lalu lintas,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, Joko Suripto, mengungkapkan rencana pembangunan Pelican Crossing di beberapa lokasi strategis, khususnya di area sekolah.
Menurut Joko, prioritas pembangunan Pelican Crossing akan difokuskan di Jalan Pendidikan dan Jalan Sudarso, terutama di sekitar SD Negeri 004, serta di Jalan Soekarno Hatta yang berdekatan dengan SMA Negeri 2 Kutai Timur.
“Kami Sebenarnya berpikir bahwa Pelican Crossing sangat diperlukan, terutama untuk penyeberangan di area sekolah terutama di Jalan Pendidikan, memungkinkan untuk dibuatkan Pelican Crossing kemudian yang di jalan yang Sudarso yang mengarah ke SD Negeri 004.” jelas Joko usai menghadiri acara di Hotel Royal Victoria, Kamis (09/01/2024).
Joko menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sedang membuat perencanaan pemasangan pelican crossing tersebut untuk bisa direalisasikan tahun ini.
“Untuk sementara, karena ini kan ada beberapa sekolahan yang memang menyebrang jalan terutama di Jalan Pendidikan sama di jalan Soekarno Hatta, karena disitu ada SMA 2. Kemungkinan InsyaAllah tahun ini kita buat perencanaan dulu. Kalau memang bisa dilaksanakan di perubahan nanti,” ungkapnya. (*)



