PKL di Kutim Diarahkan Tertib Lewat Program Kreatif Tertib Satpol PP

Kutai Timur – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur meluncurkan program Kreatif Tertib sebagai upaya meningkatkan ketertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan protokol. Program ini diperkenalkan dalam kegiatan Mini Expo Kreatif Tertib yang digelar di Desa Singa Gembara, Jum’at (14/11/2025).

Kepala Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, mengatakan peluncuran program dilakukan setelah pihaknya melihat banyak PKL memanfaatkan bahu jalan dan drainase untuk berjualan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, terutama arus kendaraan dan keamanan pengguna jalan. Kreatif Tertib merupakan akronim dari Kemitraan Ekonomi Kreatif, Tertib, Edukatif, dan Sinergi.

“Ide ini muncul karena berkali-kali kami melakukan peninjauan di sepanjang jalan protokol, kami menemukan PKL menggunakan bahu jalan maupun drainase,” ujar Fata.

Satpol PP mengarahkan PKL dan UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan penjualan sehingga tidak harus membuka lapak di lokasi yang menghambat lalu lintas. Program ini juga ditujukan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

“Mereka bisa berdagang di rumah dengan menggunakan promosi lewat media sosial. Kami akan membantu melalui Instagram kami agar pemesanan bisa lewat online,” jelasnya.

Fata menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat berdagang, namun mengimbau agar usaha dilakukan sesuai aturan dan memperhatikan keselamatan lingkungan sekitar.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Satpol PP kami tidak pernah sedikitpun untuk melarang masyarakat berdagang, namun harapan kami berdaganglah secara cerdas dan menggunakan media sosial dengan lebih bijak,” kata Fata.

Ia menambahkan cara berdagang yang aman dan tidak membahayakan masyarakat akan berdampak lebih baik bagi kelangsungan usaha. Selain itu, Satpol PP berupaya memperbaiki persepsi publik terhadap lembaganya yang selama ini identik dengan penindakan PKL.

“Kalau biar tempatnya enak tapi membahayakan orang tidak akan datang. Jadi, intinya pemerintah menjamin mereka untuk berusaha dengan baik dan aman,” jelasnya.

“Kami Satpol PP menjadi pelindung bukan seperti yang dianggap masyarakat selama ini,” katanya.(Adv)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]