Sangatta – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa pendidikan Pramuka harus berjalan seiring perkembangan zaman, termasuk penguatan literasi digital bagi seluruh anggota. Hal itu menjadi salah satu pesan penting yang ia sampaikan dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-64 yang dirangkai pembukaan Jamda Kaltim 2025 di Bukit Pelangi, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, tantangan era teknologi menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptasi cepat dan kreativitas tinggi. Pendidikan kepramukaan harus menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan tersebut tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Trisatya dan Dasa Darma.
“Generasi emas yang kita siapkan harus terampil teknologi, kuat karakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Kutim menyalurkan interaktive smart display untuk 18 kwartir ranting. Fasilitas itu diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar interaktif, pemanfaatan teknologi informasi, dan inovasi program kepramukaan di sekolah maupun gudep.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan seragam Pramuka gratis bagi pembina dan seluruh peserta didik, sehingga tidak ada lagi hambatan fasilitas dalam kegiatan kepramukaan.
Bupati menilai Pramuka menjadi bagian penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berwawasan luas dan mampu berkontribusi pada pembangunan daerah hingga nasional.
Ia meminta seluruh peserta Jamda memanfaatkan kegiatan ini sebagai wahana memperkuat keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan sikap peduli sesama.
“Pramuka harus hadir sebagai pelopor dan teladan dalam menjaga persatuan serta ketahanan bangsa,” tegasnya.
Dengan dukungan digitalisasi dan karakter kuat berbasis nilai Pancasila, pemerintah yakin Pramuka Kutim akan terus melahirkan generasi muda penuh integritas dan daya saing. (Adv)



