ANGGOTA DPRD Kutai Timur Apansyah mengharapkan arah pembangunan daerah juga difokuskan pada program ketahanan pangan. Dengan bertumpu pada sektor ini, kemandirian pangan di daerah dapat terwujud jika serius digarap.
Pemerintah maupun masyarakat juga mampu mengembangkan potensi ekonomi dan tidak sekedar tergantung pada bantuan keuangan, dana transfer pusat ke daerah maupun sektor pertambangan.
Ia berpandangan, prioritas ketahanan pangan yang menjadi amanat Presiden Republik Indonesia sangat diperlukan, sekalipun secara umum daerah dikenal dengan tambang batubara.
Hal tersebut dijelaskan karena Kutim memiliki potensi di sektor pertanian. Jika dikelola dengan baik, maka ketahanan pangan akan dihasilkan. Demikian pula dengan pengbangan triple agro.
“Sekalipun secara umum Kabupaten Kutai Timur dikenal dengan tambang batubara, namun potensi dari sektor pertanian juga banyak terdapat sehingga dengan pengembangan dan daya kelola yang baik akan menghasilkan ketahanan pangan sebagaimana yang diharapkan. Pengembangan Triple Agro juga sangat tepat menjadi prioritas pembangunan,” ujar Apansyah.
Apansyah menyebut kegiatan inti agribisnis adalah budidaya pertanian. Sedangkan usaha inti agroindustri adalah sistem pengelolaan bahan nabati dan hewani.
“Kedua hal ini berhubungan dengan pengembangan agrowisata,” ucap Apansyah.
Sejumlah daerah di Indonesia, lanjut Apansyah, menawarkan agrowisata yang berbasis agribisnis dan agroindustri. (Adv)



