ANGGOTA DPRD Kutai Timur Hasbullah Yusuf meminta road map investasi yang jelas dalam setiap kesepakatan yang dilakoni pemerintah daerah bersama investor. Pasalnya, ia menilai dampak investasi yang awalnya dianggap bermanfaat justru terjadi sebaliknya.
Menurutnya, investasi memang bisa meningkatkan perekonomian dan pembangunan di daerah. Namun dampak dari investasi tersebut juga harus lebih diperjelas. Jangan sampai kejadian yang sudah terjadi di daerah lain, seperti banyaknya tenaga kerja asing yang masuk, juga terjadi di Kutim..
“Jangan sampai kita hanya beranggapan bahwa investasi masuk itu adalah sesuatu hal yang hebat, tapi yang malah timbul dikemudian hari justru dampak negatifnya yang lebih besar,” tuturnya usai rapat terbatas bersama Dinas Ketenagakerjaan Kutim, Rabu (9/6/20210).
Hasbullah juga menyinggung terkait dokumen perizinan setiap aktivitas perusahaan. Setiap dokumen mulai dari hulu hingga hilir harus diperjelas, di antaranya izin rencana pembangunan pabrik semen, izin lahan, operasional dan tenaga kerja hingga masterplan proyek.
“Kami kan ini malah sudah beroperasi di lapangan. Karena itu perlu ada ketegasan dari pemerintah setempat, jangan sampai permasalahan tersebut berlarut-larut dan menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” ujarnya.
Pabrik semen yang digagas PT Kobexindo Cement (KC) di Kecamatan Kaliorang, Kutim, sudah mulai berjalan. Bahkan, sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina sudah berada di dua lokasi yang rencananya akan digunakan sebagai pabrik semen. Yakni di Desa Sekerat dan Desa Selangkau, Kutim. (Adv)



