PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2021 pada bidang pendidikan. Dalam penyalurannya, DAK ini akan diberikan kepada lima sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam rapat koordinasi sekolah penerima DAK Fisik 2021 yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim Maret lalu, telah dibahas sejumlah kebijakan sinkronisasi DAK dalam kerangka Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Kutim. Dibahas pula perencanaan pemanfaatan DAK bidang pendidikan pada tahun ini.
Rakor diikuti 126 peserta yang terdiri dari 63 orang Kepala Sekolah dan 63 orang operator Dapodik jenjang SMP. Kadisdik Kutim, Roma Malau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan awal untuk sosialisasi seluruh kegiatan yang memperoleh DAK tahun 2021, serta mengisi seluruh apa yang menjadi Dapodik di SMP melalui operator.
“Hanya 5 sekolah yang mendapatkan DAK 2021, bukan ditentukan oleh Bupati dan Wabup serta Kepala Dinas. Namun, timnya ada di pusat. Untuk itu saya minta, terkhusus operator Dapodik harus bisa menyampaikan data sesuai dengan aturan yang jelas, sehingga di tahun 2022 banyak sekolah kita yang mendapatkan DAK,” papar Roma.
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, DAK merupakan upaya daerah untuk mendapatkan sumber pendanaan selain Dana Alokasi Umum (DAU) dan Tugas Perbantuan serta program-program kementrian terkait.
“Kemudian ada jugabantuan keuangan provinsi dan bantuan pemikiran anggota dewan. Selain itu, juga ada dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), yang didalamnya juga ada program-progam pokok pikiran dari para wakil-wakil kita (DPRD),” kasmidi.
Sebagai mana diketahui, tahun 2021 hanya 5 sekolah yang mendapatkan DAK. Kasmidi meminta agar operator Dapodik memberikan data real. Agar apa yang menjadi standar yang harus dilaporkan. Sehingga di tahun 2022 dari 63 sekolah yang hadir semua mendapatkan DAK. (Adv)
Editor: Qadlie Fachruddin



