PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutai Timur masuk rangking II dengan nilai kinerja 3,64 dan dinyatakan kinerja sehat. Ranking itu, untuk katergori Wilayah III yang mencakup Sulawesi dan Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.
Penilaian itu berdasarkan buku kinerja BUMD Air minum tahun 2020, terbitan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur Suparjan, mengatakan setiap tahun buku kinerja penyelenggara sistem penyedia air minum (SPAM) diterbitkan.
Buku tersebut merupakan salah satu rapot kinerja tiap PDAM melalui hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di masing-masing Provinsi. Tahun buku 2019, hasilnya dirilis tahun 2020 dan PDAM Kutim mendapat ranking ke-2 se-Kaltim.
“Di tingkat nasional PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur berada di urutan 36, lalu di Wilayah III meliputi Sulawesi dan Kalimantan kita urutan ke 6. Sedangkan se Kaltim PDAM kita di urutan 2,” ungkap Suparjan.
“Hasil ini merupakan capaian tersediri untuk PDAM Kutim. Penilaian ini juga menjadi perhatian kami membenahi kekurangan yang ada,” sebut mantan Kepala PDAM Unit Muara Wahau ini.
Diketahui hasil penilaian kinerja untuk Kalimantan Timur, urutan pertama di raih PDAM Tirta Manggar Kota Balikpapan, kedua PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, raking tiga PDAM Tirta Segah Kabupaten Berau, lalu PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda, berikutnya PDAM Tirta Taman Kota Bontang, PDAM Tirta Kandilo Kabupaten Paser, kemudian PDAM Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya PERUMDA Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, terakhir PDAM Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat.
Hasil kinerja diperoleh dari empat aspek penilaian, pertama Keuangan dengan bobot 25%, lalu pelayanan 25%, kemudian Operasional 35% dan Sumber daya manusia (SDM) 15%. Melibatkan 18 indikator penilaian kinerja yang sesuai dengan buku petunjuk teknis penilaian dari Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Air Minum (BPPSPAM).
(Adv)



