Klikkutim.com – Kondisi infrastruktur jalan penghubung kecamatan yang masih memprihatinkan menjadi perhatian khusus dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023 yang digelar tahun ini.
Aspirasi masyarakat kebanyakan masih berkutat pada kebutuhan jalan yang layak untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi. Ketua DPRD Kutai Timur Joni menilai, program peningkatan jalan penghubung kecamatan khususnya di wilayah pelosok merupakan prioritas pembangunan daerah.
“Selama pelaksanaan musrenbang seharusnya kita semua, baik anggota DPRD, pejabat pemerintahan serta kecamatan dan desa menyadari kondisi jalan yang belum layak. Baik itu di Kecamatan Muara Bengkal maupun Muara Ancalong yang merambah di beberapa desanya” paparnya, Jumat (16/6/2021).
Joni meminta seluruh instansi pemerintah terkait melakukan perencanaan yang matang dalam peningkatan jalan kecamatan ini. Lantaran, keluhan masyarakat akan minimnya fasilitas jalan yang telah lama didambakan.
Pada kesempatan tersebut Joni juga meminta kepada masyarakat agar dapat sedikit bersabar,dan menuturkan bahwa terdapat penambahan anggaran daerah yang cukup besar pada tahun anggaran 2023. Dengan ini, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dan usulan masyarakat khususnya yang masuk dalam skala prioritas.
Dikarenakan dirinya sebagai Ketua DPRD Kutim dan Bupati Kutim Ardiansyah telah berkomitmen melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dan akan siap memperjuangkannya.
“Kami dan pemerintah sebagai eksekutif kan sudah sepakat maka itu harus dijalankan. Kita butuh pembangunan yang merata dan percepatan,” tegasnya. (Adv)



