Atasi Krisis Ruang Kelas Baru, DPRD Kutim Dorong Pemkab Kutim Intens Koordinasi dengan Pemprov

SANGATTA  – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Yan, menyoroti masalah daya tampung sekolah negeri yang tidak mencukupi. Hal ini disampaikan usai rapat mengenai Penerimaan Siswa-Siswi Baru di Ruang Hearing Sekretariat DPRD Kutim pada awal pekan ini.

“Mulai dua tahun yang lalu, saya bersama Pak Yulianus telah memperjuangkan SMP Negeri 1 dengan kasus yang sama, yakni tidak mampu menampung jumlah siswa. Sekarang, masalah yang sama terjadi di tingkat SLTA/SMA, di mana kelas tidak mampu menampung siswa,” ujar Yan.

Yan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebenarnya sudah siap menyediakan lahan bahkan membangun sekolah baru.

“Pemerintah kita siap memberikan lahan bahkan membangun sekolah. Kami di Komisi D telah mendorong laporan ini ke pihak pemerintah setiap tahun saat rapat kerja dengan dinas terkait, dan ini selalu menjadi laporan kami kepada pemerintah,” jelasnya.

Namun, Yan mengakui bahwa ranah SMK dan SMA berada di bawah kewenangan provinsi, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut. “Karena SMK dan SMA ini ranahnya provinsi, kita harus serius. Nanti, kita akan tunggu laporan dari Kepala Dinas Pendidikan tentang kesiapan pemerintah dalam menyiapkan lahan dulu, supaya persoalan ini tidak terus berlanjut,” ucapnya.

Yan juga menyoroti bahwa biaya sekolah swasta yang mahal menjadi salah satu alasan utama orang tua lebih memilih sekolah negeri. “Sekolah swasta memang mahal. Ini persoalan yang harus kita pecahkan bersama untuk meringankan beban masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Yan, meskipun dari laporan UPT Pendidikan Kaltim menyatakan bahwa secara data minus, masyarakat Kutim tidak mampu untuk sekolah di swasta. “Selagi kita belum membangun sekolah baru, berat bagi kita. Walaupun dari laporan UPT Pendidikan Kaltim menyatakan bahwa sebenarnya secara data minus, masyarakat kita tidak mampu untuk sekolah di swasta,” tambahnya.

Yan menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk menyelesaikan masalah ini. “Kita harus bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memastikan bahwa lahan dan fasilitas yang diperlukan untuk membangun sekolah baru tersedia. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua anak di Kutai Timur mendapatkan akses pendidikan yang layak,” tutupnya. (ADV)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]