Klikkutim.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Kutim Teguh Budi Santoso mengatakan pemerintah menargetkan raihan nilai investasi tahun 2022 mencapai Rp 8 triliun.
Hingga triwulan pertama 2022, capaian investasi telah mencapai Rp 3,230 triliun atau daerah kedua tertinggi dibanding wilayah lain di Kaltim.
Besaran tersebut didapatkan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yakni Rp 667 miliar lebih, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 2,482 triliun.
Teguh mengatakan realisasi investasi PMDN jika ditilik pada 2020 untuk triwulan 1 terjadi naik turun yang cukup lumayan. Pada 2020 berjumlah Rp 269 miliar, lalu pada 2021 naik berjumlah Rp 785 miliar dan tahun ini berjumlah Rp 667 miliar. Penanaman Modal Asing pada 2020 di triwulan pertama berjumlah Rp 387 miliar, 2021 jumlahnya sebesar Rp 762 miliar dan 2022 sebesar Rp 2,482 triliun.
“Dilihat untuk PMA pada triwulan pertama 2022, tentu kenaikan ini menandakan situasi ekonomi global menunjukkan pemulihan yang luar biasa pasca pandemi COVID-19. Buah kerja keras semua pihak, saya juga berterima kasih atas kerja tim DPM PTSP Kutai Timur,” terangnya mengutip dari pro.kutaitimurkab.go.id, Kamis (7/7/2022) siang.
Kadis DPM PTSP lebih jauh mengungkapkan, melihat pertumbuhan investasi di daerah ini, jelas sekali terlihat, kalau Kutim merupakan salah-satu daerah terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menghadirkan investasi. Baik itu investasi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Artinya upaya yang dilakukan telah mendorong investasi masuk dengan luar biasa ke daerah kita. Selain itu menyerap pula besaran tenaga kerja untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Investasi yang masuk tidak saja berasal dari sektor pertambangan, namun mencakup pula pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan,” tutupnya. (*)



