Sangatta – Kawasan industri dengan aktivitas padat berpotensi menghadirkan risiko kebakaran yang lebih tinggi. Karena itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kutai Timur mulai memperluas penerapan sistem Quick Response Area (QRA) demi mempercepat kehadiran petugas di titik kejadian.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Pencegahan Damkar Kutim, Sudarto, menyebut QRA berfokus pada penempatan armada dan personel siaga di area strategis sekitar pusat industri.
“Kami menyiapkan titik-titik siaga strategis di sekitar kawasan industri, agar petugas dan peralatan bisa bergerak cepat sebelum api membesar,” ujarnya.
Beberapa kecamatan seperti Bengalon, Teluk Pandan, dan Sangatta Selatan menjadi perhatian utama karena banyaknya kegiatan industri yang membutuhkan pengawasan ekstra. Target waktu tanggap yang diupayakan Damkar Kutim berada di bawah 10 menit sejak laporan masuk.
“Tujuannya agar setiap laporan kebakaran bisa ditangani maksimal dalam waktu kurang dari 10 menit,” kata Sudarto.
Selain pemetaan risiko kebakaran, Damkar Kutim juga menjalin koordinasi dengan perusahaan, aparat keamanan, dan instansi pemerintah. Sistem komunikasi terintegrasi dipersiapkan untuk mempercepat keputusan di lapangan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh sinergi lintas sektor agar setiap potensi bahaya dapat diantisipasi lebih dini,” lanjutnya.
Damkar Kutim juga memastikan kesiapan peralatan melalui perawatan rutin dan pelatihan petugas di unit-unit siaga. Armada ringan dan pos pantau sementara digunakan sambil menunggu pembangunan pos QRA permanen di beberapa titik industri, termasuk kawasan tambang dan pelabuhan.
Dengan langkah ini, Damkar Kutim berharap penanganan darurat di area industri semakin cepat dan tepat, sehingga potensi kerugian dapat ditekan sejak awal. Sistem QRA diproyeksikan menjadi bagian penting dari modernisasi penanggulangan kebakaran di Kutai Timur.(Adv)



