SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, David Rante, menyatakan pesimismenya terhadap penyelesaian proyek Pelabuhan Kenyamukan di Sangatta.
Program pembangunan tahun jamak yang digagas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) itu terus mendapat sorotan dari berbagai pihak. Beberapa proyek yang saat ini dilaksanakan dianggap tidak akan selesai sesuai tenggat waktu yang ditetapkan, termasuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kecamatan Sangatta Utara.
“Kalau kita lihat dari skema yang ada di kontrak, tentu kami pesimis bakal rampung di tahun ini untuk Pelabuhan Kenyamukan,” ucap David Rante saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.
David menyebut bahwa Pelabuhan Kenyamukan adalah salah satu proyek strategis yang coba dikejar penyelesaiannya oleh pemerintah. Namun, proyek ini masih mandek pengerjaannya karena beberapa persoalan. Melihat progres pembangunan yang hingga saat ini belum optimal, ia menyangsikan bahwa pembangunan akan selesai tepat waktu.
Selain Pelabuhan Kenyamukan, terdapat dua proyek lain yang masuk dalam skema tahun jamak yang juga dipastikan tidak akan direalisasikan, yaitu pembangunan pasar dan Masjid At-Taubah di Kecamatan Sangatta Selatan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya proses yang dilakukan saat pelelangan proyek tersebut.
Politikus Partai Gerindra itu mengatakan bahwa proyek-proyek multi years di Kabupaten Kutai Timur bisa terlaksana dengan baik jika penyedia jasa atau kontraktor dapat memaksimalkan kinerja sesuai kontrak yang ada.
“Jika memang penyedia jasa itu bekerja keras dan ada kemauan, tentu kita optimis. Tapi kalau penyedia jasanya itu kerja seadanya dan hanya menunggu pencairan, ya tentu kami pesimis,” ucap David. (ADV)



