LONJAKAN kasus positif Covid-19 kembali terjadi sejak dua pekan terakhir di Kabupaten Kutai Timur. Padahal, pemerintah telah mewacanakan kebijakan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.
Namun, peningkatan kasus penularan ini membuat otoritas pemerintah pusat maupun daerah untuk mempertimbangkan kembali PTM diberlakukan. Kondisi ini sangat disayangkan lantaran orangtua siswa mendesak diberlakukan PTM pasca lebih dari satu tahun kegiatan belajar mengajar secara online.
Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Roma Malau membenarkan adanya permintaan dari orangtua murid terhadap pelaksanaan PTM di Kutim. “Harapan dari orang tua sih ada pertemuan tatap muka. Tapi kan kita harus tetap mengutamakan protokol kesehatan atau prokes,” ujarnya, Senin (5/7/2021).
Roma Malau mengakui bahwa pihak pemkab telah melakukan kunjungan ke berbagai sekolah untuk memeriksa penerapan prokes. Beberapa sekolah bahkan mempersiapkan fasilitas pembelajaran berstandar protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan.
“Kita juga sudah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan Alhamdulillah sebagian besar sudah ada standar prokes tersebut,” ucapnya.
Kendati demikian, standar prokes yang sudah terfasilitasi dengan baik di sekolah tidak menjamin penularan virus bisa benar-benar dihindari. Perlu koordinasi yang solid dari berbagai pihak, di antaranya Satuan Gugus Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 untuk menentukan pelaksanaan PTM.
“Cuma kita kan tidak bisa serta merta mengadakan PTM itu, kita harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan pemerintah,” ucapnya.
Oleh karenanya, Dinas Pendidikan Kutim masih melihat perkembangan penularan Covid-19 untuk menentukan bisa atau tidaknya PTM diberlakukan. Ditambah lagi dengan adanya pemberitaan terkait Covid-19 yang menyerang anak-anak sehingga pelaksanaan PTM semakin riskan. “Bagi saya ini sangat berisiko sekali. Jadi kita masih banyak pertimbangan yang harus kita ambil sebelum kita berikan keputusan,” tuturnya. (Adv)



