Dorong Investasi Hijau Melalui Penyusunan Laporan Keberlanjutan dan Sustainable Investment Outlook

BALIKPAPAN – Pemkab Kutim melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Forum Focus Group Discussion (FGD) II. FGD ini membahas rancangan Sustainable Investment Outlook dan Laporan Keberlanjutan Kabupaten Kutim. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat daerah terkait dan dibuka oleh Plt Sekretaris Bappeda Kutim, Ripto Widargo, secara daring di IKN Meeting Room Lantai 3, Hotel Blue Sky Balikpapan, Selasa (25/6/2024).

Ripto menjelaskan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen melaksanakan Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan mewujudkan tata kelola sektor perkebunan yang berkelanjutan. IYB merupakan pendekatan yang diimplementasikan oleh Kementerian Bappenas RI, sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024 yang berbasis pendekatan lanskap dengan menggunakan batas-batas administrasi (yurisdiksi).

“IYB ini terdiri dari 23 indikator yang mengacu kepada peraturan di tingkat nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs,” terang Ripto.

Dengan pendekatan berbasis yurisdiksi, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan partisipasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, untuk mengarahkan investasinya kepada kegiatan usaha yang berkelanjutan di dalam wilayah administrasinya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan iklim investasi hijau di wilayah tersebut.

“Pemkab Kutai Timur berupaya mengembangkan iklim investasi hijau dalam kerangka pendekatan Yurisdiksi Berkelanjutan, guna menarik investasi melalui Sustainable Investment Outlook, serta melalui Sustainability Report untuk mengujicobakan Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai upaya penguatan kedua hal tersebut, Pemkab Kutai Timur dengan dukungan dari USAID SEGAR telah menyelenggarakan FGD I untuk membahas rancangan Laporan Keberlanjutan pada 28 Mei lalu, serta rancangan Sustainable Investment Outlook pada 26 Maret lalu.

Output dari kegiatan ini diharapkan akan berujung pada penerbitan Laporan Keberlanjutan terkait progress dari komitmen dan implementasi IYB di Kabupaten Kutai Timur serta Sustainable Investment Outlook yang akan menjadi sumber informasi bagi calon investor mengenai potensi investasi hijau di Kabupaten Kutai Timur. Dokumen ini juga dapat digunakan oleh lembaga pembiayaan untuk memastikan bahwa kegiatan usaha di Kutim memenuhi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Saya berharap USAID SEGAR dapat terus mendukung, membantu, dan mendampingi kami dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan dan Investment Outlook ini. Kami menargetkan agar kedua dokumen ini dapat difinalkan dan diterbitkan sekitar bulan Juli-Agustus 2024,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh beberapa perangkat daerah terkait seperti Bappeda, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Dinas Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), Dinas Koperasi dan UKM, Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kutim, USAID SEGAR, GIZ, PROFOREST, dan Tanah Air Lestari (TAL).

Sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Ria Maya Sari (USAID SEGAR) dan Dr. Derry Wanta, S.E., M.Si. (Blue Finance Technical Specialist – ICCTF). (ADV)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]