Ekspor Benur Ilegal Kembali Marak, TNI AL Sita 99.648 Ekor Ditaksir Senilai Rp14 Miliar

Bisnis.com, Jakarta – TNI Angkatan Laut pada Kamis (5 Februari 2024) menyita puluhan ribu benih ikan bright lobster (BBL) atau benur yang diselundupkan di Pulau Rimau, Kabupaten Banyuas, Sumatera Selatan. Kerugian pemerintah diperkirakan mencapai Rp14,94 miliar.

Direktur Eksekutif Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Dirjen Pang Nugroho mengatakan total anak ayam yang disita TNI AL sebanyak 89.268 ekor dan varietas mutiara 10.380 ekor.

“Dari jumlah tersebut, nilai tabungan kerugian pemerintah sebesar Rp14.947.200.000,” kata Pang dalam keterangan tertulisnya, Senin (05/06/2024). 

Empat orang ditangkap dalam operasi ini. Selain sepuluh ribu ekor anak ayam yang dikemas dalam 18 kotak, TNI Angkatan Laut juga membawa speed boat sebagai barang bukti. 

Saat ini keempat pelaku diamankan di Mako Lanal Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ini bukan kegagalan pertama dalam perdagangan anak. Pung mengatakan ada dua kasus penyelundupan yang berhasil di masa lalu.

Pertama, pada Februari 2024 di Bandara Lombok, Aviation Security (Avsec) PT Angkasa Pura 1 Bandara Lombok, NTB berhasil menyita total 18.952 ekor anak ayam.

Kemudian pada bulan April 2024 sebanyak 148.455 ekor benur di Perairan Polres Tanjab Timur Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. 

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa penyelundupan BBL tidak hanya melalui jalur laut tetapi juga melalui bandara, ujarnya.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antar kementerian/lembaga dalam memantau dan mengadili pelaku penyelundupan dan kegiatan ilegal yang dapat menghambat konservasi sumber benih bening lobster.

Upaya lain untuk mencegah perdagangan remaja adalah dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang pengelolaan lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scilla spp.), dan rajungan (Portunus spp.). 

Asisten Khusus Media dan Humas Menteri Kelautan dan Perikanan Donnie Ismanto mengatakan, keputusan tersebut akan memperkuat ekosistem budidaya lobster di dalam negeri dan meningkatkan Pendapatan Bebas Pajak (PNBP) pemerintah melalui perdagangan benur resmi ke negara mitra. . Itu adalah Vietnam. 

“Ini merupakan upaya perubahan tata kelola BBL yang mengedepankan keberlanjutan, memperkuat budidaya lobster dan menjadikan Indonesia bagian penting dalam rantai pasok lobster global,” kata Doni.

Periksa Google Berita dan saluran WA untuk berita dan artikel lainnya

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]