Klikkutim.com, SAMARINDA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur memaparkan sejumlah kendala dalam pembangunan Perpustakaan di Kaltim.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, HM Syafranuddin, terdapat tiga kendala utama. Pertama; terbatasnya jumlah pustakawan dan tenaga teknis Perpustakaan.
Kedua; rendahnya kualitas pengelolaan Perpustakaan sekolah dan desa. Ketiga; adanya persepsi yang kurang positif pada saat pejabat/staf ditugaskan di Perpustakaan.
“Kendala yang ketiga ini, adanya persepsi yang kurang positif pada saat pejabat/staf ditugaskan di Perpustakaan di semua level pemerintahan, baik di pemerintahan provinsi, kabupaten/kota,” ungkap Ivan yang mantan Karo Humas Pemprov Kaltim.
“Saya sendiri terus menerus memotivasi teman-teman agar terus bersemangat dalam bekerja, jangan rendah diri, karena kita di DPK ini juga melayani ribuan orang yang memerlukan jasa Perpustakaan dan buku-buku. Kita punya segmen tersendiri yang harus kita layani. Semua orang yang dapat ke Perpustakaan pasti akan ingat kita apa bila kita melayani mereka dengan senyum,” ucapnya.
Terus terang Ivan menjelaskan, luasnya wilayah Kaltim, termasuk luas wilayah kabupaten di Kaltim dan terbatasnya anggaran masing-masing kabupaten/kota, pembangunan bidang Perpustakaan yang masuk rumpun sektor Pendidikan, minimalis sekali.
“Pembangunan Perpustakaan yang representatif, memang belum jadi prioritas,” ucapnya.
Menurut Ivan, mengatasi kendala terkait dengan sumber daya manusia Perpustakaan, mau tidak mau, jumlah pegawai yang perlu diikutkan dalam pelatihan dan bimbingan-bimbingan teknis agar kapasitasnya, perlu diperbanyak.
“Untuk dapat SDM yang mumpuni di Perpustakaan, pilihannya lebih pada mencetak dari pegawai yang sudah ada. Kalau menunggu ada formasi penerimaan PNS jenjang S-1 atau Diploma Perpustakaan, nyaris tak ada,” ucap Ivan. (Adv/DPKKaltim)



