Klikkutim.com – Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat, perpustakaan memiliki peran penting untuk mewujudkan ekosistem digital nasional yang diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kecerdasan bangsa.
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando mengatakan telah menjadi mandatori UUD 1945 untuk menjadikan masyarakat cerdas, sejahtera, bersatu, dan ikut menjaga perdamaian dunia. Oleh karena itu, perpustakaan sebagai penggerak utama (prime mover) merupakan faktor penting dalam mendukung suksesnya pembangunan di Indonesia.
“Kalau tidak membaca, itu nanti jadi masalah. Karena belum ada cara instan di seluruh dunia yang mampu menginjeksikan ilmu pengetahuan ke kepala,” ucapnya.
Diperlukan proses transformasi kelembagaan yang memberdayakan masyarakat dan menyelenggarakan layanan prima dengan keunggulan informasi yang bernilai tinggi, bermanfaat secara sosial, dan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi. Idealnya perpustakaan, khususnya perpustakaan khusus mampu merespons dan beradaptasi terhadap dinamika lembaga induknya dalam meningkatkan eksistensi dan peran dalam organisasi.
Pada tahun 2023, Perpusnas RI juga berhasil meraih 258 poin dalam penilaian KASN. Di tahun sebelumnya Perpusnas masuk dalam kategori kurang dengan 211,5 poin. Anugerah meritokrasi merupakan bentuk apresiasi tinggi yang diberikan oleh KASN, terhadap instansi pemerintah yang telah menerapkan sistem.
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menerima secara langsung penghargaan tersebut dengan disaksikan Ketua KASN Agus Pramusinto dan Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, ASN di Indonesia menjalankan tiga fungsi penting, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketiga fungsi penting ini dapat terlaksana dengan baik salah satunya melalui penerapan meritokrasi pada manajemen ASN yang berbasis pada transparansi dan objektivitas serta mengedepankan kompetensi kinerja individu. (ADV)



