Sangatta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kutai Timur memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan kedaruratan di wilayah Kutim. Sinergi kedua instansi diharapkan membentuk sistem terpadu untuk menghadapi berbagai ancaman kebencanaan.
Kepala Damkar Kutim, Failu, mengatakan tantangan penanganan darurat di Kutai Timur semakin luas. Selain kebakaran, kasus banjir, tanah longsor, kecelakaan lalu lintas, hingga penyelamatan hewan liar juga memerlukan respons cepat dari instansi terkait.
“Kami ingin agar Damkar dan BPBD tidak bekerja secara sektoral, melainkan menjadi satu sistem yang saling melengkapi. Dengan begitu, kecepatan dan efektivitas penanganan bisa lebih optimal,” jelasnya.
Integrasi sistem mencakup standarisasi prosedur kerja, berbagi data, hingga penggunaan komunikasi terpadu antarinstansi. Setiap laporan kejadian darurat nantinya diarahkan melalui satu pintu untuk kemudian diteruskan kepada unit yang berwenang menangani.
“Ke depan, setiap laporan darurat akan masuk ke satu pintu, lalu diteruskan ke unit terkait sesuai jenis kejadian. Dengan sistem terpadu ini, tidak ada lagi tumpang tindih kerja,” tambah Failu.
Pelatihan gabungan dengan BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat akan terus dilakukan sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan publik. Damkar menilai keterlibatan masyarakat penting untuk penanganan awal insiden.
“Masyarakat adalah garda pertama. Kita dorong mereka memahami prosedur dasar penanganan darurat,” ujarnya.
Damkar Kutim juga mendorong pemanfaatan teknologi pelaporan digital dan sistem GPS armada agar waktu tanggap di wilayah yang jauh dari pos induk dapat dipercepat. Dukungan pemerintah daerah dan DPRD juga dinilai penting dalam memperkuat kapasitas sarana prasarana.
“Kolaborasi ini akan berjalan baik jika didukung kebijakan dan anggaran yang berpihak pada peningkatan layanan publik,” tegasnya.
Failu menambahkan bahwa Damkar Kutim berkomitmen terus memperluas peran dalam penanganan berbagai bentuk kedaruratan demi keselamatan masyarakat Kutai Timur.(Adv)



