FRAKSI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kutai Timur (Kutim) menegaskan Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD Kabupaten Kutim 2021-2026 harus dapat mengidentifikasi secara komprehensif permasalahan pembangunan Kutai Timur.
“Berbagai permasalahan pembangunan yang terkait dengan urusan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab penyelanggaraan pemerintahan daerah seyogyanya dapat menjadi isu-isu strategis yang tertuang dalam program-program prioritas yang dapat diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya dalam kurun waktu lima tahun mendatang,” ujar anggota Fraksi PPP Yusuf Abdullah.
Dalam rapat paripurna ke-7 yagn digelar Rabu (21/4/2021), Fraksi PPP meminta penjabaran program dengan slogan pemerintah yang kini diusung yakni “Menata Kutim Sejahtera untuk Semua.”
“Menata Kutai Timur dalam hal ini, diharapkan program dan kegiatan di tingkat OPD harus selaras dengan program prioritas yang termuat dalam RPJMD Tahun 2021-2026. Maka menata Kutai Timur sejahterah untuk semua dalam hal ini adalah adanya bukti keberhasilan pembangunan sesuai skala prioritas tersebut dalam lima tahun kedepan tidak lain untuk kesejahteraan rakyat Kutai Timur,” tuturnya.
Dikatakannya sektor lain seperti pelayanan jasa lain manufaktur barang dan jasa serta sektor kepariwisataan dapat menjadi pertimbangan dalam isu pembangunan lima tahun kedepan.
“Khusus untuk sektor kepariwisataan alam, Kutai Timur memiliki potensi. Mulai dari potensi hutan tropis, perbukitan dan daratan rendah, potensi pusaka alam dan pusaka budaya karst serta potensi kawasan pesisir seperti mangrov, pantai, terumbu karang dan lamun,” tutur Hasbullah.
Dia menambahkan, sektor kepariwisataan juga dapat dikembangkan bersama sektor agribisnis atau agroindustri seperti pengembangan agrowisata atau agro-silvofishery sehingga sesuai dengan potensi yang diselaraskan dengan visi dan misi pembangunan Kutim. (Adv)
Editor: Qadlie Fachruddin



