Klikkutim.com – Realisasi belanja APBD Kutim pada Tahun Anggaran (TA) 2022 tercatat sebesar Rp 4,04 triliun atau 81,8 persen dari angka yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 4,84 triliun.
“Realisasi belanja Tahun Anggaran 2022 adalah sebesar Rp 4,04 triliun atau 81,84% dari anggaran belanja sebesar Rp 4,94 triliun,” sebut Asisten II Pemkab Kutim Zubair dalam Sidang Paripurna ke-10 yang digelar DPRD Kutim, Rabu (14/6/2023).
Dijabarkannya, realisasi belanja APBD 2022 meliputi belanja operasi, modal, tidak terduga dan belanja transfer.
Untuk belanja operasi, kata dia, merupakan belanja yang outputnya bersifat non fisik atau belanja habis pakai kurang dari satu tahun. Realisasi belanja operasi Tahun Anggaran 2022 disebutkan sebesar Rp 2,61 triliun atau 84,30 persen dari target anggaran belanja operasi sebesar Rp 3,09 triliun.
Kemudian realiasi belanja modal sebesar Rp 1 triliun atau 77,93 persen dari anggaran belanja modal sebesar Rp 1,29 triliun.
“Belanja modal merupakan belanja yang outputnya bersifat fisik atau aset yang pemanfaatannya lebih dari satu tahun,” jelas Zubair.
Ia menambahkan, belanja tidak terduga merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang terjadi. Realisasi belanja tidak terduga Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 4 miliar atau 3,30 persen dari anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp 121,44 miliar.
Sementara itu, belanja transfer merupakan belanja bantuan keuangan yang diberikan kepada pemerintah desa dengan realisasi sebesar Rp 423,98 miliar atau 97,90 persen dari anggaran transfer sebesar Rp 433,09 miliar.
Pemkab Kutim juga menerima pembiayaan yang direncanakan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnya. Sedangkan pada pengeluaran pembiayaan direncanakan untuk penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Realisasi penerimaan pembiayaan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 540,86 miliar atau 100,22 persen dari anggaran penerimaan pembiayaan sebesar Rp 539,66 miliar.
“Realisasi pengeluaran pembiayaan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 39 miliar atau 70,27 persen dari anggaran pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 55,5 miliar,” ungkapnya. (*)
Penulis: Reni Anggraeni



