SANGATTA – Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya (Fraksi KIR) DPRD Kutim memaparkan sejumlah sektor realisasi belanja APBD TA 2023 yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Berikut kami paparkan realisasi belanja APBD TA 2023. Sejauh ini, sejumlah sektor belanja memenuhi target namun masih perlu ditingkatkan,” ujarnya dalam Rapat Paripurna Penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023, Kamis 13 Juni 2024.
“Untuk realisasi belanja TA 2023 sebesar Rp. 7,54 dari anggaran Rp. 8,96 triliun, sedangkan belanja operasional Rp. 4,25 triliun dari anggaran Rp. 5,00 triliun, belanja modal realisasi ssebesar Rp. 3,29 triliun dari anggaran Rp. 3,94 triliun, belanja tak terduga tidak dapat direalisasikan dari anggaran Rp. 20,00 miliar, sedangkan belanja transfer realisasi sebesar Rp. 811,45 miliar dari anggaran sebesar Rp. 824,94 miliar,” jelasnya.
Lebih lanjut, penerimaan pembiayaan direncanakan berasal dari sisa lebih peritungan anggaran (SILPA) anggaran sebelumnya. Realisasi penerimaan pembiayaan TA 2023 sebesar RP. 1,57 triliun dari anggaran sebesar Rp.1,57 triliun. Realisasi pengeluaran pembiaan TA 2023 sebesar Rp. 46,5 miliar dari anggaran pengeluaran pembiayaan sebesr 46,5 miliar.
“Nilai aset sebesar sampai denngan 31 Desember sebesar Rp. 18,00 triliun. Meliputi aset lancar sebesar Rp. 2,40 triliun, investasi jangka panjang sebesar Rp. 245,76 miliar, aset tetap sebesr Rp. 11,13 triliun, properti investasi sebesar Rp. 371 miliar, aset lainnya sebesar Rp. 3,67 triliun,” paparnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan nilai kewajiban sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar RRp. 189,66 miliar yang terrdiri dari pendapatan diterima dimuka sebesar Rp. 571,45 juta, utang belanja sebesar Rp. 28,64 miliar dan utang jangka pendek lainnya sebesar Rp. 160,44 miliar. Nilai Ekuitas sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp. 17,81 triliun.
“Aktivitas operasi surplus sebesar Rp. 3,53 triliun yang terdiri dari arus kas masuk sebesar Rp. 8,56 triliun dan arus kas keluar sebesar Rp. 5,06 triliun. Sedangkan aktivitas investasi defisit sebesar Rp. 3,33 triliun yang terdiri dari arus kas masuk non permanen sebesar Rp. 1,03 miliar dan arus kas keluar sebesar Rp. 3,34 triliun,” jelasnya.
Lebih lanjut, aktivitas transitoris defisit sebesar Rp. 401,50 juta yang terdiri dari arus kas masuk sebesar Rp. 618,54 miliar dan arus keluar sebesar 618,94 miliar.
“Berdasarkan laporan arus kas atas aktivitas operasi, aktivits investasi dan aktivitas transitoris maka saldo akhir khas menjadi sebesar Rp. 1,77 triliun yang terdiri saldo kas daerah sebesar Rp. 1,72 triliun, kas bendahara Badan Layanan Umum Daerah sebesar Rp. 42,85 miliar, kas Bosnas sebesar Rp. 37,22 juta, sedangkan kas bendahara sebesar Rp. 2,46 juta,” tutupnya.



