SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutim menggelar Reorientasi Dai Pembangunan Kabupaten Kutim tahun 2024 yang diadakan di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten, Kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta, pada Selasa pagi (03/9/2024).
Tema yang diangkat dalam agenda tersebut “Kebersamaan dalam Mewujudkan Masyarakat yang Agamis, Harmonis dan Sejahtera menyongsong Pilkada Damai 2024” diharapkan menjadi momentum membangun sinergitas dan kolaborasi konsep tentang pembangunan daerah.
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa julukan “Magic Land” atau daerah ajaib untuk Kutai Timur bukanlah sekadar omong kosong. Wilayah yang terdiri dari 18 kecamatan ini memiliki beragam kekayaan sumber daya alam (SDA), mulai dari mineral energi, pertanian, kelautan, hingga potensi pariwisata yang beragam.
“Keajaiban ini memiliki nilai yang besar dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya yakin, jika kita mengelola daerah ini dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para Dai pembangunan, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” kata Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Sebelumnya, Sub Koordinator Bina Mental dan Spiritual Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Nurcholis, melaporkan bahwa acara ini diikuti oleh 250 Dai dari Kutim. Acara ini juga menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ustadz Wariadi, Ustadz Syahrim Toriq dari Bontang, dan perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kutim.
Nurcholis berharap para Dai Pembangunan dapat menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan tetap berada di jalur yang benar, sehingga masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan bahagia. (adv)



