Klikkutim.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak (BBM) Kutai Timur (Kutim) Zubair menegaskan Pemkab Kutim serius mengatasi polemik antrean BBM bersubsidi, Selasa (9/1/2024).
Dalam rapat lanjutan Tim Satgas BBM Bersubsidi yang digelar di Ruang Arau, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim, Zubair menyebutkan terdapat pengurangan jumlah antrean yang didapat melalui koordinasi di antara pemilik atau pengelola SPBU di Sangatta.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim itu juga mengatakan, pekan lalu pihaknya juga telah menggelar rapat mencari solusi dari hulu sampai hilir terhadap kelangkaan BBM namun belum banyak membuahkan hasil. Ternyata setelah rapat ini, banyak sebuah kesepakatan yang tercapai bersama BRI, pemilik SPBU dan pihak terkait lainya.
“Insyaallah dalam waktu dekat ini bakal membawa surat atas nama Bupati Kutim terkait penambahan kuota BBM bersubsidi ke Gubernur Kaltim sebagai tebusan agar memperkuat surat itu yang ditujukan ke BPH Migas. Jadi harus dilakukan. Kami juga melakukan monitoring secara rutin minimal sebulan sekali di setiap SPBU,” jelas Zubair.
Ia berharap Kutim bisa terus kondusif dan pemerintah terus berkomitmen mengurangi keresahan masyarakat untuk mendapatkan keadilan.
“Satgas ini terus ada untuk menjamin tidak ada lagi permasalahan BBM. Kami pun selalu sidak di semua SPBU dan yang terlibat dalam permasalahan BBM bakal kami panggil, seperti Pertamina, BRI dan pemilik SPBU. Kita tuntaskan masalah ini dari hulu sampai ke hilir. Termasuk pengetap dan operator SPBU yang nakal,” pungkasnya.
Sebagai informasi, agenda ini dihadiri Kasat Lantas Polres Kutim AKP Isnan Fatah, Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Dimitri Mahendra, Plt Kadisperindag Kutim Andi Nurhadi Putra, Kabid Lalin Dishub Abdul Muis, Kabag Perekonomian Setkab Kutim Vita Nurhasanah, Perwakilan Kodim 0909/Kutim, perwakilan Lanal Sangatta, Perwakilan BRI hingga Perwakilan SPBU se-Kota Sangatta. (*)



