Kutai Timur – Pemerintah Desa Mata Air menempatkan penyediaan air bersih sebagai program prioritas pada 2025. Kepala Desa Mata Air, Imam Adiatno, menyebut seluruh warga ditargetkan sudah dapat menikmati layanan air minum layak melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes).
Imam mengatakan selama ini warga masih mengandalkan sumber air lokal, sebab jaringan PDAM belum menjangkau desa yang dihuni sekitar 850 jiwa tersebut.
“Air bersih menjadi kebutuhan mendesak. Kami ingin pada 2025 layanan ini sudah berjalan, sehingga tahun berikutnya bisa fokus mendukung program pemberdayaan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Desa Mata Air merupakan kawasan transmigrasi dengan sekitar 320 kepala keluarga, luas mencapai 2.200 hektare dan pemukiman terpusat. Menurut Imam, kondisi itu memudahkan proses pemasangan jaringan distribusi air. “Pembangunan akan lebih efisien karena rumah warga tidak terpencar,” tambahnya.
Ia mengakui, keterbatasan anggaran sempat memperlambat pembangunan. Dalam beberapa tahun terakhir, dana desa lebih banyak terserap untuk belanja operasional dan penggajian perangkat desa.
“Pemangkasan anggaran yang pernah terjadi juga berdampak pada ruang gerak pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.
Meski demikian, bantuan eksternal tetap hadir melalui dukungan perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar seperti PT Tridaya Hutan Lestari dan PT SPJU. Imam menilai kontribusi tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap kemajuan desa.
“Meskipun tidak besar, itu sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.
Mata Air juga dikenal sebagai desa dengan potensi peternakan. Banyak warga memelihara sapi dan sebagian lainnya mengembangkan kambing dan babi, bersamaan dengan usaha kebun sawit. Ketersediaan air bersih, lanjut Imam, akan mendorong peningkatan produktivitas warga di sektor tersebut.
“Air bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Keberadaannya mendukung ekonomi warga karena berkaitan langsung dengan peternakan dan perkebunan,” tegasnya.
Imam optimistis, setelah akses air terpenuhi, pembangunan di desa akan semakin cepat bergerak.
“Jika air bersih rampung, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat lebih merata,” tutupnya.(Adv)



