Klikkutim.com, SANGATTA – Banjir besar melanda dua desa di Kecamatan Kaubun, Kutai Timur, tepatnya di Desa Bumi Etam SP 1 dan Desa Kadungan Jaya. Akibat musibah tersebut, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia.
Menurut warga setempat, ini merupakan banjir terparah yang pernah melanda Kecamatan Kaubun. Selain karena debit air yang cukup tinggi, ada yang sepinggang hingga nyaris menyentuh dada orang dewasa. Banjir ini juga menelan korban jiwa.
Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Ubaldus Badu, memberikan tanggapan terkait banjir yang terjadi di Kecamatan Kaubun. Menurutnya, perlu adanya pembenahan terhadap perusahaan yang beraktivitas di sekitar wilayah Kecamatan Kaubun.
“Di awal bulan nanti, kita akan mengkonfirmasi dengan PT Ganda Alam Makmur (GAM) dan perusahaan lainnya, terkait membuka lahan yang menyebabkan banjir. Dalam waktu dekat kita harus upayakan, jangan sampai banjir ini terjadi secara terus menerus terjadi,” ungkap Badu.
Menurutnya, langkah yang pertama perlu dilakukan pada rencana awal adalah mengadakan pertemuan untuk berdialog. Dan yang kedua adalah pembersihan parit atau mungkin jalur air yang selama ini diduga disebabkan dari tambang
“Oleh karena itu, kita harus menelusuri terlebih dahulu mencari sebab akibatnya,” ujarnya.
Selain itu, hal senada diungkapkan oleh anggota DPRD Kutim Faisal Rachman, dirinya mengaku bahwa sudah berkoordinasi dengan pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Sosial (Dinsos).
“Kemarin saya sudah komunikasi dengan dinsos, Diminta untuk laporan resmi dari kades terkait jumlahkan terdampak,” katanya. (Adv)



