Terima Keluhan Biaya Sekolah di Bengalon, Asmawardi Singgung Peran KPC

Asmawardi (kiri) bersama Ketua DPRD Kutim Joni.

ANGGOTA DPRD Kutai Timur Asmawardi mengaku tengah fokus mengamati dunia pendidikan di Kecamatan Bengalon. Ia menerima laporan jika masih ada keluarga siswa yang kesulitas menghadapi biaya sekolah di kecamatan tersebut.

“Biaya masuk sekolah anak kita bisa sampai Rp5 jutaan,” ujar Asmawardi saat diwawancarai di ruangannya, Gedung Sekretariat DPRD Kutai Timur, Kawasan Bukit Pelangi, Selasa (18/5/2021).

Sebagai wakil rakyat serta orang tua ia merasa empati kepada masyarakat yang keberatan dengan biaya pendidikan. Selain itu pendidikan juga hal yang penting untuk generasi bangsa.

“Sebenarnya, biaya itu juga dibutuhkan oleh pihak pendidikan sehingga mau tidak mau harus dipenuhi untuk administrasi sekolah,” tambahnya.

Oleh karena itu, Asmawardi yang menduduki kursi komisi D, yang membidangi soal pendidikan, berinisiatif untuk mencarikan bantuan dari PT KPC melalui dana CSRnya. Bahkan Ia sudah mengirim surat kepada pihak perusahaan dan mendapat respon yang cukup positif.

“Pihak PT KPC bisa menyalurkan dana CSR untuk pendidikan, namun harus melalui Wakil Bupati,” pungkas Asmawardi.

Namun begitu, ia tak berhenti begitu saja dan langsung menemui Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur Kasmidi Bulang untuk meminta bantuan agar memproses dana CSR dari PT KPC untuk bantuan pendidikan.

“Saya sudah bicara dengan Wakil Bupati untuk menyalurkan dana CSR beberapa persen sebagai bantuan pendidikan khususnya di wilayahnya. Namun belum ada respon,” tandasnya. (Adv)

Zeen Subscribe
A customizable subscription slide-in box to promote your newsletter
[mc4wp_form id="314"]