Sangatta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur (Damkar Kutim) memperluas fokus tugas tidak hanya pada pemadaman kebakaran, tetapi juga penanganan situasi darurat lain yang membahayakan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penguatan peran lembaga dalam menjaga keselamatan publik secara menyeluruh.
Kepala Dinas Damkar Kutim, Failu, mengatakan perubahan paradigma penanganan kedaruratan membuat petugas kini menjalankan berbagai misi penyelamatan, mulai dari evakuasi kecelakaan, penanganan hewan liar, hingga membantu penanggulangan bencana.
“Kami tidak lagi hanya fokus pada kebakaran. Banyak misi penyelamatan yang kami lakukan, mulai dari evakuasi korban kecelakaan, penanganan hewan liar, hingga bantuan dalam bencana alam. Semua itu adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menyebut upaya preventif terus diperkuat dengan meningkatkan edukasi masyarakat mengenai bahaya kebakaran dan pelatihan penanganan keadaan darurat di lingkungan permukiman maupun perkantoran. Sosialisasi dilakukan secara rutin untuk mendorong partisipasi warga dalam menjaga keselamatan lingkungan.
“Pencegahan itu lebih baik daripada penanganan. Karena itu kami terus memperkuat edukasi publik. Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” kata Failu.
Dinas Damkar juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berjenjang serta memperbarui armada dan peralatan untuk mendukung operasi di berbagai kondisi medan. Ia menegaskan setiap petugas harus siap mengutamakan kemanusiaan dalam menjalankan tugas.
“Setiap petugas Damkar harus punya jiwa pengabdian. Kami bekerja bukan untuk pujian, tapi demi keselamatan orang lain,” jelasnya.
Damkar Kutim memastikan koordinasi lintas sektor tetap dioptimalkan untuk memperkuat sistem penanggulangan kebakaran dan penyelamatan di daerah. Pemerintah berharap dukungan masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan siaga terhadap risiko kedaruratan.(Adv)



