MENGUASAI partai politik sebesar Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) jelas menguntungkan. Cakar partai besutan Presiden Soeharto ini sudah lama berbekas di medan politik nasional hingga pelosok daerah. Calon yang diusung partai ini juga kerap menjadi pemenang dalam Pilkada Kutim.
Namun Pilbup Kutim 2020 lalu ternyata mengaburkan dominasi Golkar sebagai peserta pemilu. Dukungan yang diberikan kepada pasangan Mahyunadi-Kinsu tak membawa keduanya menjadi pemenang.
Sebaliknya, Kasmidi Bulang yang saat itu merupakan Ketua DPD II Golkar Kutim justru keluar sebagai jawara kendati tak menerima dukungan politik. Bertandem dengan Ardiansyah yang didorong PKS sebagai calon bupati, keduanya menang bermodal dukungan Demokrat dan Berkarya.
Maka nasib Golkar Kutim setelah pilkada dapat ditebak, bergejolak. Suara dari kader dan pengurus kecamatan bermunculan. Bernada membujuk Kasmidi kembali menahkodai Golkar yang kini masih dijabat Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II.
“Kalau kami beserta pengurus di Muara Bengkal, tetap solid mendukung Pak Kasmidi Bulang sebagai ketua DPD II Partai Golkar,” ungkap Ketua Pengurus Partai Kecamatan (PPK) Muara Bengkal Partai Golkar, Amiruddin, akhir pekan lalu.
Ia mengakui jika terdapat guncangan di internal partai terkait pemilihan Ketua DPD II Golkar Kutim belakangan ini. Dampak rekomendasi DPP Golkar yang justru berkelok dari pemimpin partai di daerah diakui membuat bingung kader dan simpatisan.
“Kami sebetulnya waktu pilkada sedikit kecewa mendengar berita bahwa rekomendasi Golkar turun ke orang lain. Kami sedikit stres juga, karena kami fokus ke Pak Kasmidi,” beber Amir.
Dukungan ini disebut sangat wajar disampaikan. Kasmidi dinilai telah berperan besar kemajuan partai hingga tingkat kecamatan. Begitu pula saat telah menjabat Wakil Bupati Kutim pada periode sebelumnya.
“Yang pasti tetap solid, kami pengurus partai di Muara Bengkal dan Muara Ancalong tetap mendukung Pak Kasmidi untuk maju sebagai Ketua Golkar Kutim,” tegas Amir saat menanggapi isu pelaksanaan Musda Golkar Kutim yang tengah ramai digulirkan.
Ketua PTK Golkar Sangatta Utara, Firman ST, blak-blakan meminta Kasmidi memimpin kembali. Selain kader tulen Golkar, wakil bupati terpilih ini juga diyakini para kader akan melanggengkan eksistensi seperti sedia kala.
“Saya yakin, partai ini akan semakin besar bila kita konsisten berjuang, dan bersama Pak Kasmidi Bulang yang saat ini merupakan Wakil Bupati Kutim,” ujar Firman saat menyambangi kediaman Kasmidi bersama sejumlah ketua pengurus kecamatan Partai Golkar, Minggu (18/4) kemarin.
Wajar jika loyalis Kasmidi Bulang dalam kepengurusan maupun kader Golkar di Kutim gelisah. Pesona pemenang pilkada kerap menarik parpol di daerah. Beredar kabar yang menyebut sejumlah partai menawarkan posisi pucuk pimpinan di Kutim bagi KB.
Menyambut loyalisnya akhir pekan itu, Kasmidi masih enggan bicara banyak soal tawaran tersebut. Meski ia akui berat jika menyinggung masa depan partai yang telah membesarkannya namanya.
Di akhir dialog, Kasmidi menyebutkan jika terdapat keputusan yang perlu diambil pengurus partai agar Golkar Kutim tak terus bergejolak.
“Ada opsi, persyaratan yang harus kita (kader Gokar) benahi bersama-sama terlebih dahulu. Selebihnya saya serahkan kepada teman-teman ini, karena mereka adalah pemilik hak suara, karena mereka pengurus tingkat kecamatan yang bisa melihat dan lebih tahu dan paham bagaimana untuk kebesaran partai ke depan,” lanjutnya. (*)
Penulis: Ardan Ahmad




